Menhan Sjafrie: Pengerukan Sungai Aceh Tamiang Harus Dilakukan Rinci dan Maksimal

Penertiban Tambang Ilegal
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (Foto: dok.Kemenhan)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemulihan saluran air di Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir dan longsor.

Menurut Sjafrie, seluruh proses kerja Satgas Kuala dirancang secara bertahap dan terukur agar normalisasi sungai dapat berjalan maksimal. Ia menekankan bahwa pengerukan lumpur dan material sisa bencana tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan yang matang.

“Tahapan kerja ini harus dilakukan secara rinci dan maksimal agar proses pengerukan saluran air dari lumpur bekas bencana banjir dan longsor bisa dilakukan secara efektif,” ujar Sjafrie dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca Juga:

Sebanyak 20.797 Warga Aceh Mengungsi Akibat Banjir

Sjafrie menjelaskan, tahap awal yang dilakukan Satgas Kuala adalah peninjauan langsung ke lokasi sungai untuk menentukan batas muara, jenis alat berat yang akan digunakan, serta metode pengerjaan yang paling tepat. Setelah itu, Satgas dibagi menjadi dua gugus tugas, yakni Gugus Tugas Pendalaman Kuala Sungai Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala.

Ia juga menyampaikan bahwa pengiriman alat berat melalui jalur laut ke muara Sungai Tamiang akan dilakukan pada pekan kedua Januari 2026, sebelum operasi lapangan dimulai secara penuh.

“Selanjutnya, Satgas Kuala yang terdiri dari sekitar 200 personel akan mulai bekerja pada awal Februari 2026,” kata Sjafrie.

Tak hanya fokus pada normalisasi sungai, Sjafrie memastikan Satgas Kuala juga akan mengerahkan mesin penjernih air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga dan pengungsi yang masih berada di wilayah terdampak.

“Kendali Satgas Kuala dilaksanakan dari Kapal Markas Kementerian Pertahanan yang dikawal oleh KRI, dengan koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujarnya.

Sjafrie berharap, dengan pelaksanaan operasi Satgas Kuala, fungsi saluran air di Aceh Tamiang dapat kembali normal sehingga mampu mendukung kebutuhan masyarakat serta mengurangi risiko banjir di kemudian hari.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026