Bahaya BPA pada Galon Air Minum Isi Ulang Dipakai Tahunan, Diabetes Hingga Kemandulan

BPA galon isi ulang
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

TEROPONGMEDIA.ID — Galon air minum isi ulang yang sehari-hari digunakan jutaan keluarga Indonesia kembali menjadi sorotan serius. Ahli polimer Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, mengingatkan adanya risiko paparan Bisphenol A (BPA) dari galon berbahan polikarbonat (PC) yang digunakan terlalu lama dan berulang kali.

Peringatan ini bukan sekadar isu viral. Risiko tersebut berbasis pada proses ilmiah peluruhan material plastik, yang berpotensi berdampak pada kesehatan jangka panjang jika diabaikan.

Dari Mana BPA Bisa Masuk ke Air Minum?

Menurut Prof Chalid, galon PC tersusun dari rantai polimer panjang. Seiring waktu, rantai ini dapat terputus akibat panas, pencucian berulang, dan usia pakai, sehingga melepaskan molekul kecil berupa BPA ke dalam air.

“Kalau ada rantai, pasti ada mata rantai. Ibarat kalung, mata rantainya bisa putus. Bagian kecil yang terlepas itulah yang disebut leaching,” jelas Chalid dalam keterangannya di Jakarta.

Proses leaching inilah yang menjadi jalur masuk BPA ke air minum, terutama pada galon yang sudah tua dan sering dipakai ulang.

Batas Aman Galon PC

Prof Chalid menegaskan bahwa galon guna ulang memiliki batas pemakaian aman. Berdasarkan kajian material, galon PC sebaiknya digunakan:

  • Maksimal 40 kali isi ulang, atau
  • Sekitar 1 tahun pemakaian (asumsi 1 kali isi ulang per minggu)

Penggunaan di atas batas tersebut secara signifikan meningkatkan risiko migrasi BPA ke dalam air minum.

Galon Usia 10 Tahun Masih Dipakai

Investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menguatkan peringatan ini. Dari pemeriksaan di 60 kios air minum Jabodetabek, ditemukan fakta mengejutkan:

  • 57 persen galon berusia di atas dua tahun
  • Sebagian galon bahkan diproduksi sejak 2012 dan masih beredar
  • 80 persen galon tampak buram dan kusam, indikasi degradasi material

Kondisi fisik galon yang buram bukan sekadar masalah estetika, melainkan sinyal penurunan kualitas plastik.

APA RISIKO BPA BAGI KESEHATAN?

BPA dikenal sebagai endocrine disruptor, zat kimia yang dapat mengganggu sistem hormon dengan meniru estrogen. Berdasarkan berbagai studi, paparan BPA jangka panjang dikaitkan dengan:

  • Gangguan reproduksi dan kesuburan
  • Diabetes tipe 2 dan obesitas
  • Peningkatan risiko kanker (payudara, prostat, usus besar)
  • Gangguan perkembangan janin

Risiko ini meningkat jika paparan terjadi terus-menerus melalui konsumsi air minum harian.

DATA RESMI: BPOM Temukan Paparan BPA Melewati Ambang Aman

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat bahwa dalam survei 2021–2022 di enam kota besar, paparan BPA dari galon guna ulang telah melampaui ambang batas aman.

Namun, aturan label peringatan bahaya BPA baru akan berlaku efektif pada 2028, meskipun regulasinya sudah terbit sejak 2024.

DESAKAN PUBLIK: Jangan Tunggu 2028

Ketua KKI David Tobing menilai penundaan penerapan aturan ini berisiko bagi konsumen.

“Kalau sudah ada temuan paparan BPA melebihi ambang aman, seharusnya penyelesaiannya segera, bukan menunggu empat tahun,” tegasnya.

KKI merekomendasikan agar produsen AMDK segera menarik galon berusia di atas dua tahun, serta mendesak Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) untuk mengambil langkah tegas.

IMBAUAN UNTUK MASYARAKAT

Masyarakat diminta lebih waspada dan aktif:

  • Periksa tahun produksi galon
  • Hindari galon buram, kusam, atau retak
  • Laporkan galon berusia lebih dari dua tahun ke kanal pengaduan resmi KKI

Risiko BPA dari galon isi ulang bukan hoaks. Ia berbasis bukti ilmiah, temuan lapangan, dan data regulator. Tantangan ke depan bukan hanya regulasi, tetapi kesadaran publik dan ketegasan pengawasan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025