Apa Itu Campak? Menyerang Anak-anak di Sumenep

apa itu campak
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah mencatat ada 2.035 kasus suspek campak yang terdeteksi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebanyak 17 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Parahnya kondisi tersebut membuat pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan vaksinasi campak rubela (MR) secara massal untuk mencegah semakin meluasnya virus campak.

Vaksinasi MR yang tidak merata diduga kuat menjadi permasalahan mewabahnya campak di Sumenep.

Apa itu campak?

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan, campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak (morbillivirus).

Penyakit ini sangat menular dan biasanya menyerang anak-anak, walaupun orang dewasa yang tidak pernah divaksin atau belum pernah mengalami campak juga berisiko terkena.

Virus ini menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Komplikasi penyakit campak bisa berakibat fatal, terutama jika menyerang anak dengan gizi yang buruk.

Adapun komplikasinya bisa berupa diare berat, pneumonia, radang paru, radang otak, infeksi di selaput mata, hingga menimbulkan kebutaan.

Gejala campak

Gejala awal campak mirip dengan flu, namun beberapa gejala khas muncul beberapa hari kemudian:

  1. Demam tinggi
  2. Batuk, pilek, dan mata merah
  3. Ruam merah: Biasanya mulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain.
  4. Titik putih kecil di dalam mulut (bintik koplik)

Baca Juga:

Kasus Campak Tinggi di Sumenep, Begini Cara Mencegahnya!

Dasco Minta Menkes Segera Tangani KLB Campak Sumenep

Pencegahan campak

  1. Vaksinasi MMR (campak, gondongan, rubella). Dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak pada usia 9-12 bulan dan booster pada usia 5-6 tahun.
  2. Menghindari kontak dengan penderita campak. Jika Anda tahu seseorang terinfeksi, hindari kontak langsung.

(Anisa Kholifatul Jannah/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun