Agus Buntung Protes Soal Fasilitas, Sang Ibu Pingsan Usai Sidang

Agus Buntung Protes
Agus Buntung protes soal fasilitas (instagram/@temanpolisi)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — I Wayan Agus Suartama (Agus Buntung), terdakwa kasus pelecehan seksual di Mataram, NTB, menjalani sidang perdana yang diwarnai protes fasilitas disabilitas dan insiden pingsannya sang ibu.

Sidang perdana Agus Buntung, pria difabel tanpa kedua tangan, digelar di Pengadilan Negeri Mataram pada Kamis (16/1/2025).

Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan, di mana Agus didakwa dengan pasal 6A dan/atau pasal 6C juncto pasal 15 huruf E UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Protes Soal Fasilitas

Di tengah persidangan, Agus Buntung protes fasilitas Lapas Kelas IIA Kuripan yang dinilai tidak layak bagi penyandang disabilitas.

Ia menyatakan janji fasilitas khusus untuk disabilitas tidak terpenuhi, dan mengungkapkan kekecewaannya terhadap informasi yang dianggapnya menyesatkan.

Pengacaranya, Ainuddin, menyatakan akan mengajukan penangguhan penahanan agar hak-hak Agus terpenuhi.

“Tahanan rumah atau tahanan kota, supaya hak-haknya bisa terpenuhi,” kata Ainuddin pada kamis (16/1/2025).

Insiden Ibu Pingsan

Usai sidang, ibu Agus, Ni Gusti Ayu Ari Padhi, pingsan dan mengalami luka robek di kepala. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Humas Pengadilan Negeri Mataram, Lalu Moh.

Sandi Iramaya, menyatakan kemungkinan pingsannya ibu Agus disebabkan oleh kondisi kesehatan atau kurang konsentrasi akibat persidangan.

BACA JUAG : Agus Salim Syok Usai Dana Donasi Diserahkan ke Warga Terdampak Erupsi

Penahanan Agus

Agus sebelumnya sempat menjalani tahanan rumah, namun kemudian dipindahkan ke Lapas Kuripan. Keputusan penahanan ini telah mempertimbangkan hasil visum, psikolog forensik, dan psikolog kriminal.

Pihak Lapas menyatakan telah menyediakan fasilitas khusus disabilitas, termasuk kloset duduk, namun pendampingan masih dievaluasi berdasarkan kemampuan Agus mengurus diri sendiri.

Ketua KKD NTB, Joko Jumadi, menjelaskan bahwa fasilitas yang diberikan di Lapas difokuskan pada aksesibilitas, bukan kenyamanan. Agus saat ini didampingi oleh sepupunya yang juga merupakan narapidana.

Penahanan Agus di Lapas diwarnai protes dan tangisan histeris dari Agus yang merasa tidak nyaman dan bergantung pada ibunya.

“Tadi teriak-teriak di dalam itu merupakan dampak psikologis. Agus ini membayangkan sejak lahir sampai sekarang bergantung dengan ibunya,” kata kuasa hukum Agus Buntung, Kurniadi mengutip pada instagram temanpolisi pada Kamis (16/1/2025).

Ibunya juga mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi putranya di Lapas. Kasus ini terus berkembang, dengan pengacara Agus yang berencana mengajukan penangguhan penahanan.

 

(Hafidah Rismayanti/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City