Agung Yansusan Soroti Minol Ilegal dan Tramadol Dijual Bebas di Warung

Agung Yansusan
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Peredaran minuman beralkohol (minol) ilegal dan obat-obatan terlarang tanpa pengawasan di Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan, angkat bicara mengenai persoalan ini dan mendesak adanya tindakan tegas dari pemerintah.

Agung menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya laporan masyarakat terkait penyalahgunaan obat keras terbatas, seperti tramadol, yang dijual bebas di warung tanpa izin resmi.

“Saya menerima banyak laporan bahwa obat bernama tramadol dijual bebas di warung-warung. Padahal, seharusnya hanya bisa dibeli di apotek dengan pengawasan ketat. Ini sangat berbahaya,” ungkap Agung, saat diwawancarai Teropongmedia, dikutip jumat (27/6/2025).

Lebih mencemaskan lagi, lanjut Agung, pembelinya diketahui berasal dari kalangan anak-anak. Ia menegaskan, konsumsi obat semacam itu dapat merusak mental dan intelegensi generasi muda.

“Kalau yang beli anak-anak, ini bisa merusak masa depan mereka. Jika dibiarkan, apakah kita siap melihat warga Jawa Barat menjadi bodoh karena rusaknya mental akibat obat-obatan terlarang?”

Selain itu, Agung juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras ilegal di toko-toko kecil dan warung yang tidak memiliki izin. Ia menyebut jenis-jenis minuman seperti ciu dan tuak masih banyak dijual secara sembunyi-sembunyi, bahkan dibeli oleh anak-anak usia sekolah dasar.

“Miris sekali, saya tahu sendiri yang beli minuman beralkohol itu anak-anak SD. Ini bukan hanya masalah hukum, tapi juga masa depan generasi muda yang dipertaruhkan.”

Karena itu, ia mendesak agar pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, menunjukkan keseriusan dalam menanggulangi peredaran minol dan obat terlarang ini.

“Saya harap baik bupati maupun gubernur bisa benar-benar fokus terhadap persoalan ini. Jangan sampai anak-anak kita jadi korban kelalaian dan lemahnya pengawasan,” tegasnya.

Baca Juga:

Agung Yansusan: Aspirasi Masyarakat Harus Diperjuangkan

Agung Yansusan: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Solusi Lawan Bank Emok

Agung juga mendorong peningkatan pengawasan oleh aparat penegak hukum serta sinergi antarinstansi dalam memberantas distribusi minuman keras dan obat terlarang di masyarakat.

“Ini masalah serius yang harus dikontrol secara menyeluruh. Jangan sampai ada pembiaran. Kita perlu komitmen bersama untuk menjaga masa depan generasi muda Jawa Barat,” pungkasnya.

(Virdiya/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun