Kasus Inses di Indramayu: Ayah Tega Cabuli Putrinya, Polisi Jerat Pasal Berlapis

Inses di Indramayu
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

 BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu, mengungkap kasus inses yang dilakukan oleh seorang ayah berinisial DS (42) terhadap anak kandungnya sendiri FA yang masih di bawah umur.

Diketahui, DS merupakan warga kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. FA saat ini masih berstatus sebagai pelajar.

“Peristiwa terakhir terjadi pada Kamis, 29 Mei 2025 sekitar pukul 23.00 WIB di rumah pelaku di Desa Mundak Jaya, Kecamatan Terisi. Korban saat itu sedang tidur. Pelaku kemudian masuk ke kamar korban dan memaksanya hingga terjadi persetubuhan,” jelas Kapolres, dikutip Kamis (28/8/2025).

Dalam proses penyidikan, aparat kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan menyita beberapa barang bukti penting. Barang bukti tersebut meliputi satu unit telepon genggam, salinan kartu keluarga, ijazah SMP milik korban, pakaian yang digunakan korban, serta hasil visum et repertum yang menguatkan adanya tindak pidana.

Atas perbuatan keji tersebut, DS tidak hanya merusak masa depan putri kandungnya sendiri, tetapi juga harus menghadapi ancaman hukuman berat. Pria berusia 42 tahun ini dijerat dengan dua pasal utama terkait kejahatan terhadap anak dan tindak kekerasan seksual.

Pertama, Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, yang mengatur ancaman pidana bagi pelaku persetubuhan dengan anak, dengan hukuman penjara minimal 5 tahun hingga maksimal 15 tahun.

Kedua, Pasal 6 huruf C junto Pasal 15 ayat (1) huruf A dan G Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Pasal 6 huruf C UU TPKS secara khusus menegaskan bahwa kekerasan seksual oleh orang tua termasuk kategori berat. Sementara Pasal 15 ayat (1) huruf A dan G mengatur ancaman pidana penjara antara 5 hingga 15 tahun.

Kapolres Indramayu menambahkan, jika kejahatan dilakukan oleh orang tua, maka hukuman dapat ditambah sepertiga dari ancaman pidana yang berlaku. Dengan demikian, dari ancaman maksimal 15 tahun, DS berpotensi dijatuhi hukuman hingga 20 tahun penjara, mencerminkan betapa seriusnya negara dalam menindak kasus inses.

Baca Juga:

Fenomena Kekerasan Seksual dan Inses, Dominasi Pelaku Pria

Ahmad Sahroni Minta Polri Buka Mata soal Grup Inses di Facebook!

“Ancaman hukuman bagi pelaku minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Yang menjadi catatan penting, jika kejahatan ini dilakukan oleh orang tua kandung, maka pidana ditambah sepertiga dari ancaman pidana yang berlaku,” ujar Kapolres

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City