BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana jalan raya di berbagai kota biasanya menjadi lebih ramai karena meningkatnya arus kendaraan saat masyarakat pulang dari tempat kerja dan sebagian lainnya keluar mencari makanan berbuka, sementara tidak sedikit pengendara yang tetap melanjutkan perjalanan dalam kondisi tubuh mulai lelah setelah menjalani aktivitas seharian sambil berpuasa.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan. Tubuh yang menahan lapar dan dahaga sejak pagi dapat membuat stamina menurun, sehingga konsentrasi saat berkendara juga berpotensi berkurang. Dalam kondisi seperti itu, pengendara perlu lebih berhati-hati agar perjalanan tetap aman hingga tiba di rumah untuk berbuka.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah mengenali tanda-tanda tubuh mulai kelelahan. Rasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau respons yang terasa lebih lambat saat mengemudi bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat. Jika kondisi tersebut mulai dirasakan, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan dalam waktu lama.
Berhenti sejenak di tempat yang aman dapat membantu memulihkan konsentrasi sebelum kembali berkendara. Beberapa pengendara memilih menepi di area parkir atau tempat istirahat untuk meregangkan otot, mengatur napas, atau sekadar menenangkan pikiran setelah perjalanan yang cukup melelahkan.
Baca Juga:
6 Rekomendasi Menu Buka Puasa Rumahan
Selain memperhatikan kondisi tubuh, pengendara juga dianjurkan untuk mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik. Berangkat lebih awal dari tempat kerja atau lokasi aktivitas dapat membantu mengurangi tekanan untuk berkendara secara terburu-buru menjelang waktu berbuka puasa.
Berkendara dengan kecepatan yang stabil dan tidak agresif juga menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan di jalan. Manuver mendadak, seperti berpindah jalur secara tiba-tiba atau mengerem secara mendadak, dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika lalu lintas sedang padat.
Bagi pengguna sepeda motor, memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum digunakan juga menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara. Pemeriksaan sederhana seperti memastikan rem berfungsi dengan baik, tekanan ban sesuai, serta lampu kendaraan menyala dengan normal dapat membantu meminimalkan risiko gangguan teknis selama perjalanan.
Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga perlu menjadi perhatian pengendara. Jarak yang cukup memberikan waktu reaksi lebih panjang jika terjadi perubahan situasi di jalan, seperti kendaraan di depan yang tiba-tiba melambat atau berhenti.
Postur tubuh saat berkendara juga dapat memengaruhi kenyamanan dan tingkat kelelahan selama perjalanan. Posisi duduk yang terlalu tegang atau terlalu membungkuk dapat membuat tubuh lebih cepat lelah. Karena itu, pengendara dianjurkan menjaga posisi punggung tetap tegak, tangan rileks saat memegang setang, serta kaki bertumpu dengan stabil pada pijakan.
Selain itu, pengendara perlu memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya dengan lebih cermat. Berkendara secara defensif dengan selalu mengantisipasi pergerakan kendaraan lain dapat membantu mengurangi potensi bahaya di jalan.
Gangguan kecil seperti penggunaan telepon genggam saat berkendara juga sebaiknya dihindari. Meskipun hanya beberapa detik, perhatian yang teralihkan dapat membuat pengendara kehilangan fokus pada situasi di jalan yang terus berubah.
Penggunaan perlengkapan keselamatan juga tetap menjadi hal penting selama berkendara. Pengendara sepeda motor dianjurkan menggunakan helm yang terpasang dengan benar, sementara pengemudi mobil perlu memastikan sabuk pengaman digunakan selama perjalanan.
Memastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik juga tidak kalah penting, terutama ketika perjalanan berlanjut hingga menjelang malam hari. Lampu yang menyala dengan baik membantu pengendara lain melihat posisi kendaraan dengan lebih jelas di jalan.
Dengan mengenali kondisi tubuh dan menjaga pola berkendara yang tenang serta memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pengendara dapat tetap menjalani aktivitas selama Ramadan dengan aman dan nyaman saat perjalanan pulang menjelang waktu berbuka puasa.
(Magang_UIN Sunan Gunung Djati/Muhammad Dewa Egi Maulana)











