Tidak Hanya Siswa, Ibu Menyusui Juga Keracunan MBG di Cipongkor

keracunan mbg cipongkor-5
(instagram/infokbb)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus keracunan massal akibat program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) makin meluas.

Tak hanya ribuan siswa, sejumlah ibu menyusui juga ikut terdampak setelah mengonsumsi hidangan dari dapur penyedia MBG di Kecamatan Cipongkor.

Salah satunya Siti Nuraeni (25) warga Kampung Cigombong, Desa Neglasari, Kecamatan Cipongkor. Ia mengaku merasakan pusing mual dan lemas setelah menyantap MBG.

Ibu dan anaknya yang baru berumur 7 tahun tersebut menerima jatah MBG pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Dari hidangan tersebut, Siti hanya memakan buah stroberi.

Saat itu, tidak ada tanda-tanda makanan yang mencurigakan. Namun, malam harinya ia mulai merasakan nyeri pada perut, gejala makin berat pada Kamis (25/9/2025) ditandai dengan pusing dan mual.

Kondisi itu membuat keluarganya yang tengah bertugas sebagai relawan di posko segera membawanya untuk diperiksa. Petugas medis yang berjaga langsung memberikan penanganan saat Siti tiba di posko. Selama perawatan ia juga masih sempat menyusui bayinya.

“Jadi ada ibu menyusui dan anaknya tetapi kalau anaknya tidak apa-apa, ibunya saja. Kondisinya stabil cuma merasakan sedikit mual dan pusing itu saja. Tidak sampai sakit yang berlebihan,” ucap Yuke Eka Gloriose, Sabtu (27/9/2025).

Saat ibu menyusui tiba di posko kecamatan, Yuke yang ikut menanganinya langsung memberikan penanganan dengan melakukan pemberian obat dan observasi.

“Saat itu mulai diobservasi dan setelah 2 jam dikembalikan pulang lagi dan alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kembali lagi jadi kita berpikirnya bahwa si ibu sudah sehat,” ucapnya.

Baca Juga:

Presiden Instruksikan BGN Atasi Keracunan MBG di Bandung Barat

SPPG Cijambu Diduga Jadi Sumber Kasus Keracunan MBG Bandung Barat

Yuke menuturkan, apa yang dialami ibu menyusui tersebut tidak berefek pada ASI karena sang ibu hanya mengalami gejala dengan kondisi tidak berat.

“Kalau kondisinya berat mungkin ke ASI-nya, dilihat dari kondisi anaknya tidak apa-apa. Jadi mungkin dia makan sedikit mencicipi, jadi tidak berefek secara berlebihan,” bebernya.

Kasus keracunan MBG di Bandung Barat sendiri tercatat sudah menimpa 1.333 orang hingga Jumat (26/9/2025). Korban berasal dari tiga kluster berbeda, yakni dua dapur MBG di Cipongkor dan satu dapur di Cihampelas.

Dari jumlah tersebut, 96 siswa masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan, sedangkan 15 orang dirawat di GOR Kecamatan Cipongkor.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City