DPR Terima Audiensi Konsorsium Pembaruan Agraria, Dipimpin Dasco

konsorium pembaruan agraria
(docTVRI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pimpinan DPR RI menerima audiensi dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). DPR hendak mendengarkan masukan terkait strategi percepatan pelaksanaan reforma agraria.

Audiensi digelar di ruang Komisi XIII DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Audiensi dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Hadir pula Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal dan Saan Mustopa.

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto serta Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman dan Panggah Susanto juga mengikuti audiensi. Terlihat perwakilan KPA juga hadir dalam ruang rapat.

KPA beranggotakan 139 organisasi, mulai organisasi petani, nelayan, hingga masyarakat adat, dengan tujuan mendorong negara menjalankan reforma agraria sesuai mandat konstitusi Pasal 33 UUD hingga UU Pokok Agraria.

Audiensi juga diikuti perwakilan pemerintah, yakni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Kepala KSP Muhammad Qodari.

“Selamat datang di Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Dasco.

Dasco kemudian menyerahkan kepada perwakilan KPA untuk menyampaikan pernyataan.

Dalam keterangan tertulisnya, KPA menyampaikan gelombang kemarahan rakyat disebabkan oleh persoalan mendasar adanya ketimpangan penguasaan tanah dan sumber-sumber produksi yang dikuasai oleh kelompok elit ekonomi dan politik.

Menurut KPA, ketimpangan itu telah menciptakan kesenjangan sosial ekonomi.

“Di saat kehidupan rakyat yang semakin miskin akibat kehilangan tanah, kehilangan lapangan kerja oleh PHK massal, rakyat masih saja diperas dengan pajak yang mencekik, pencabutan subsidi, dan naiknya harga kebutuhan dasar,” kata KPA.

Baca Juga:

Demo Hari Tani Nasional Digelar Hari Ini, Cek Tuntutannya!

Gelombang Demo 1 September: DPRD Jabar Jadi Pusat Aksi

“Di tengah kepahitan ini, rakyat dipertontonkan dagelan elite politik dan orang superkaya di Indonesia yang terus saja melahirkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan kehidupan pribadi dan kelompok, tanpa peduli kepentingan rakyat secara luas,” imbuhnya.

KPA pun menyampaikan ada 24 permasalahan struktural agraria. Salah satunya, ketimpangan penguasaan tanah semakin parah serta pengusiran warga desa dari tanah garapan, pemukiman, dan kampungnya.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun