JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memastikan, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mengambil langkah cepatterkait kasus keracunan MBG di Bandung Barat.
Menurtnya, Pemerintah berjanji segera menangani kasus keracunan massal makan bergizi gratis (MBG) yang kembali terjadi di sejumlah daerah. Terbaru, ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan hingga pemerintah daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).
“Ini menjadi sesuatu yang tidak diharapkan dan pemerintah juga akan mengambil langkah-langkah cepat untuk mengatasi masalah ini,” ujar Juri di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Juri mengatakan , Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar atas kasus keracunan MBG yang marak terjadi. Presiden telah menginstruksikan BGN untuk menuntaskan persoalan ini sekaligus mencegah potensi masalah serupa terjadi pada kemudian hari.
Baca Juga:
Update Jumlah Korban Keracunan MBG Bandung Barat Capai 911 Pelajar
SPPG Cijambu Diduga Jadi Sumber Kasus Keracunan MBG Bandung Barat
“Jangan sampai terjadi demoralisasi dalam program ini karena kasus-kasus itu. Pasti akan kita cari jalan keluar,” tegasnya.
Juri menambahkan, program MBG tetap berjalan karena sangat dibutuhkan masyarakat. Namun pemerintah akan meningkatkan monitoring dan evaluasi agar kasus serupa tak berulang.
Data pemerintah melalui BGN, Kementerian Kesehatan, dan BPOM mencatat lebih dari 5.000 kasus keracunan MBG per September 2025. Sementara Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut jumlahnya mencapai 6.452 kasus hingga 21 September.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar), Herman Suryatman, menegaskan penanganan yang maksimal terhadap 500 pelajar tambahan yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025). Jumlah total korban kini mencapai 911 pelajar dari dua gelombang kejadian.
Dari 500 kasus terbaru tersebut, 400 siswa dilaporkan di Cipongkor dan 100 siswa lainnya di Desa Citalem. Gejala yang dialami para korban antara lain mual, sesak napas, pusing, lemas, dan bahkan satu hingga dua kasus kejang.
Pemprov Jabar telah mengerahkan tenaga medis dan ambulans dari berbagai daerah untuk menangani lonjakan korban. Sejumlah rumah sakit rujukan di Bandung Raya telah disiapkan untuk mengakomodasi pasien.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menunjukkan total kasus keracunan MBG di Cipongkor telah mencapai 911 pelajar.
Angka ini merupakan akumulasi dari dua gelombang kejadian, yaitu 411 korban pada Senin (22/9) dan 500 korban tambahan pada Rabu ini.
Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti keracunan massal MBG di Bandung Barat ini sambil memastikan ketersediaan layanan kesehatan bagi seluruh korban. (usamah kustiawan)










