Ciri-ciri Makanan MBG Beracun, Ahli Gizi UGM Bagikan Cara Deteksi dan Antisipasi

ciri-ciri makanan MBG beracun
Ilustrasi. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

YOGYAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Serangkaian kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berulang di berbagai daerah, menimbulkan keprihatinan publik. Lalu, seperti apa ciri-ciri makanan MBG yang beracun? Simak penjelasan Leiyla Elvizahro, S.Gz., Dietisien Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Data terbaru menunjukkan puluhan hingga ratusan korban, kebanyakan anak sekolah, harus menjalani perawatan medis.

Insiden terbaru terjadi di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dimana 411 siswa dari berbagai jenjang pendidikan harus dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, Garut dan Cianjur juga melaporkan puluhan siswa mengalami pusing, mual, dan muntah usai menyantap MBG.

Di Bombana, Sulawesi Tenggara, otoritas kesehatan setempat menyatakan keracunan massal berasal dari kualitas ayam yang sudah busuk dalam menu tersebut. Sementara di Tasikmalaya, 24 siswa menjalani pemeriksaan dengan satu orang dirujuk ke rumah sakit.

Menanggapi fenomena ini, Leiyla Elvizahro mendesak adanya peningkatan pengawasan sistem distribusi makanan skala besar.

“Detail seperti suhu penyimpanan, kebersihan dapur, dan waktu antara masak dengan konsumsi adalah faktor kritis yang sering terabaikan,” tegas Leiyla, dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (24/9/2025).

Ciri-Ciri Makanan Berisiko yang Perlu Diwaspadai

Leiyla menekankan pentingnya kemampuan masyarakat mendeteksi dini ciri-ciri makanan MBG yang beracun atau tidak layak konsumsi dengan menggunakan pancaindra.

Menurutnya, makanan berkarbohidrat seperti nasi, mie, dan lontong yang disimpan lama di suhu ruang mudah basi dengan tanda berbau asam, berlendir, atau berjamur.

“Kelompok paling rentan adalah olahan daging, ikan, dan susu. Daging busuk ditandai bau amis menyengat, warna kehijauan, dan tekstur berlendir. Sementara susu basi akan menggumpal dan berbau asam tajam,” jelas Leiyla.

Ia juga mengingatkan untuk waspada terhadap makanan yang disajikan terbuka dan dikerumuni lalat, atau ditangani petugas tanpa sarung tangan.

“Kredibilitas penyedia katering dan kondisi dapur mereka harus menjadi pertimbangan utama untuk acara berskala besar,” tambahnya.

Pentingnya Penanganan dan Waktu Distribusi

Leiyla menggarisbawahi bahwa jeda waktu antara memasak dan makan merupakan celah risiko terbesar.

“Jika makanan disimpan lebih dari empat jam tanpa kontrol suhu yang tepat, seperti menggunakan penghangat atau pendingin, risiko pertumbuhan bakteri patogen meningkat drastis,” ujarnya.

Oleh karena itu, panitia penyelenggara wajib memastikan distribusi makanan berlangsung cepat dan efisien untuk meminimalisir waktu tunggu.

BACA JUGA

Dugaan Sementara Penyebab Keracunan MBG Bandung Barat: Makanan Dimasak Terlalu Dini

Marak Kasus Keracunan MBG, Ini Daftar Pensiunan Tentara yang Punya Jabatan di BGN

Langkah Pertolongan Pertama

Jika terlanjur mengonsumsi makanan mencurigakan, Leiyla memberikan panduan pertolongan pertama:

  1. Jangan Panik, Amati Gejala: Segera cari pertolongan medis jika muncul muntah, diare lebih dari tiga kali sehari, atau demam.
  2. Cegah Dehidrasi: Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu detoksifikasi alami tubuh.
  3. Bantu Pemulihan Usus: Konsumsi probiotik seperti yoghurt atau kefir dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota usus yang terganggu.
  4. Segera Ke Faskes: Jika gejala tidak membaik dalam 24 jam, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Leiyla menutup dengan menekankan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab kolektif.

“Literasi pangan sehat harus menjadi gaya hidup agar masyarakat tidak mudah menjadi korban kelalaian. Standar operasional yang jelas dalam pengadaan MBG mutlak diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi ini,” pungkasnya.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026