SURABAYA, TEROPONGMEDIA.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) setiap hari Rabu bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kebijakan ini mulai diterapkan pekan depan sebagai langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Mulai minggu depan, WFH kita jatuhnya pada hari Rabu,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (25/3).
Menurutnya, penentuan hari Rabu bukan tanpa alasan. Pemprov Jatim menghindari penerapan WFH di hari Jumat karena berpotensi dimanfaatkan untuk memperpanjang libur akhir pekan, yang justru dapat meningkatkan mobilitas dan konsumsi BBM.
“Kalau hari Jumat cenderung menjadi long weekend. Harapannya hemat BBM, malah bisa jadi sebaliknya,” jelasnya.
Baca Juga:
Tanggapan Legislator Soal WFH ASN Saat Arus Balik Lebaran
Khofifah mengungkapkan bahwa kebijakan ini juga didasarkan pada perhitungan jarak tempuh rata-rata ASN. Bersama Wakil Gubernur Emil Dardak, ia memperkirakan perjalanan pulang-pergi ASN ke kantor mencapai sekitar 28 kilometer per hari. Dengan mengurangi satu hari perjalanan, efisiensi BBM dinilai cukup signifikan.
“Kalau dikurangi satu hari perjalanan, tentu ada penghematan. Tapi kalau jadi long weekend, justru mobilitas untuk rekreasi atau pulang kampung bisa meningkat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penerapan WFH tidak akan mengganggu kinerja maupun pelayanan publik. Khofifah juga menekankan perbedaan antara WFH dan Work From Anywhere (WFA).
“WFH bukan WFA. Kalau WFA bisa dilakukan di mana saja, termasuk tempat wisata. Tapi kalau di rumah, ada pengawasan dari keluarga sehingga tetap terasa sedang bekerja,” ujarnya.
Untuk menjaga kedisiplinan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur akan melakukan pemantauan terhadap kehadiran ASN, baik PNS maupun PPPK, selama kebijakan ini berjalan.
Dengan skema ini, pola kerja ASN akan diatur dengan WFH di tengah pekan, yakni Senin dan Selasa bekerja di kantor, Rabu WFH, lalu Kamis dan Jumat kembali bekerja seperti biasa. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus mendorong efisiensi energi.











