Menaker Pastikan THR 2026 Kena Pajak, Bisa Tembus 34 Persen!

pajak THR. THR Kabupaten Bandung
Ilustrasi. (Terpong Media/Ai)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli memastikan, Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Ia menegaskan kebijakan perpajakan atas THR masih mengacu pada regulasi yang berlaku saat ini.

“Sesuai peraturan,” kata Yassierli usai konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Usulan THR Bebas Pajak Masih Dikaji

Menanggapi aspirasi sejumlah buruh yang mengusulkan agar THR tidak dikenakan pajak, Yassierli menyatakan pemerintah masih melakukan kajian.

“(Usulan) harus kita kaji lagi ya,” ujarnya.

THR sendiri merupakan bagian dari penghasilan pegawai yang masuk kategori objek PPh Pasal 21. Dengan demikian, pemotongan pajak dilakukan sebagaimana perlakuan terhadap komponen penghasilan lainnya.

Skema Penghitungan Pajak THR

Penghitungan pajak atas THR mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023. Dalam aturan tersebut, mekanisme pemotongan menggunakan tarif efektif rata-rata (TER).

TER dibagi dalam tiga kategori bulanan, yaitu:

  • TER A
  • TER B
  • TER C

Pengelompokan kategori didasarkan pada besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang mempertimbangkan status perkawinan dan jumlah tanggungan wajib pajak.

Tarif yang dikenakan bervariasi, mulai dari 0 persen hingga 34 persen, tergantung pada besaran penghasilan bulanan yang diterima pekerja. Artinya, semakin tinggi penghasilan, semakin besar potensi tarif efektif yang dikenakan.

Ketentuan pajak atas THR tidak diatur dalam satu pasal khusus, melainkan mengikuti struktur dan hierarki peraturan perpajakan nasional yang berlaku.

Baca Juga:

THR ASN 2026 Resmi Naik, Berapa Besarannya?

Pemerintah Wajibkan THR Swasta Cair H-7 Idulfitri, Tak Boleh Dicicil!

Ketentuan Khusus untuk ASN, TNI, dan Polri

Berbeda dengan pekerja sektor swasta, terdapat pengaturan khusus bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024 beserta pembaruannya pada 2025 dan 2026, diatur bahwa PPh atas THR dan gaji ke-13 bagi ASN ditanggung oleh pemerintah. Dengan skema tersebut, ASN menerima THR secara penuh tanpa pemotongan pajak dari penghasilan pribadi.

Ketentuan ini menegaskan adanya perbedaan perlakuan perpajakan antara pekerja sektor swasta dan aparatur negara dalam konteks pembayaran THR.

Kebijakan pajak atas THR 2026 pun hingga saat ini masih mengikuti kerangka regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah, sambil menunggu hasil kajian atas berbagai usulan yang berkembang di masyarakat.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru