STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Bisa Disita? Ini Penjelasan Korlantas!

STNK mati 2 tahun
(Toyota)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mungkin masih banyak terkecoh, dengan kebijakan STNK mati 2 tahun data kendaraan dihapus dan bisa disita. 
Beberapa waktu lalu viral di media sosial, aturan tilang 2025 yang menyebutkan kendaraan disita bila STNK mati dua tahun.

Dalam narasi itu, disebutkan juga bahwa aturan penyitaan dilakukan saat tilang bila STNK kedapatan mati dua tahun.

Terkait kabar viral itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membantah kabar tersebut. Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso menegaskan,  kabar viral yang beredar itu tidak benar.

Slamet menjelaskan, STNK memang wajib disahkan setiap tahun. Jika pemilik kendaraan belum membayar pajak, maka akan terjadi proses tilang tanpa penyitaan kendaraan.

“Kamu akan diarahkan untuk segera mengesahkan STNK di kantor Samsat,” jelas Slamet dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/03/2025)

Lebih lanjut, Slamet menegaskan, STNK yang belum disahkan selama dua tahun tidak otomatis membuat data kendaraan dihapus, kecuali atas permintaan pemilik kendaraan itu sendiri.

Rujukan Undang-Undang STNK Mati

Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 74 ayat (1) menjelaskan bahwa data kendaraan bisa dihapus dalam dua kondisi:

  1. Permintaan pemilik kendaraan, atau
  2. Pertimbangan pejabat yang berwenang melaksanakan registrasi kendaraan bermotor.

Kemudian, pasal 74 ayat (2) menyatakan bahwa penghapusan registrasi kendaraan dapat dilakukan jika:

  • Kendaraan mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa dioperasikan, atau
  • Pemilik kendaraan tidak melakukan registrasi ulang minimal dua tahun setelah habis masa berlaku STNK.

Pada pasal 74 ayat (3), dijelaskan bahwa kendaraan yang datanya telah dihapus tidak dapat diregistrasi kembali, artinya kendaraan tersebut secara hukum tidak terdaftar lagi. Namun, ini tidak berarti data kendaraan otomatis dihapus setelah STNK mati dua tahun.

Peringatan Sebelum Data Kendaraan Dihapus

Mengacu pada Peraturan Polri No. 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, pemilik kendaraan tetap mendapatkan kesempatan untuk membayar pajak sebelum data kendaraannya dihapus. Berikut adalah aturan yang berlaku:

  1. Peringatan Sebelum Penghapusan Data:

    • Peringatan pertama: Diberikan 3 bulan sebelum data dihapus.
    • Peringatan kedua: 1 bulan setelah peringatan pertama jika tidak ada tanggapan.
    • Peringatan ketiga: 1 bulan setelah peringatan kedua jika tetap tidak ada tanggapan.
  2. Penghapusan Data Kendaraan:
    Jika pemilik tidak memberikan tanggapan 1 bulan setelah peringatan ketiga, maka data kendaraan akan dihapus dari sistem.

  3. Media Peringatan:
    Peringatan disampaikan secara manual atau elektronik oleh Unit Pelaksana Regident Ranmor.

Dengan adanya mekanisme ini, pemilik kendaraan memiliki kesempatan yang cukup untuk mengesahkan STNK dan menghindari penghapusan data kendaraan.

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

2

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

3

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...