Soal Rencana WFH Pemerintah, DPR Ingatkan: Jangan Hanya Fokus Hemat BBM

WFH ASN
Ilustrasi (iStockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) oleh pemerintah sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak dunia mendapat sorotan dari DPR. Anggota DPR RI Muhammad Khozin menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar benar-benar efektif dan efisien.

Menurut Khozin, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menerapkan skema kerja fleksibel tersebut, mulai dari kualitas layanan publik, efisiensi bahan bakar, hingga dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

“Perlu dikaji secara presisi pilihan format WFH yang akan ditempuh oleh pemerintah dengan memperhatikan efektivitas layanan publik, efisiensi BBM, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman Indonesia saat pandemi COVID-19 pada 2020–2021 bisa menjadi referensi penting dalam merumuskan kebijakan ini. Data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran nyata terkait efektivitas penerapan WFH di berbagai sektor.

Khozin menegaskan bahwa kebijakan ini harus berbasis data lapangan yang konkret, termasuk kondisi demografi dan karakteristik wilayah.

“Jadi, betul-betul didasari data kuantitatif lapangan dalam penerbitan kebijakan ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya melihat satu aspek saja. Menurutnya, skema satu hari WFH dalam sepekan belum tentu memberikan dampak signifikan terhadap penghematan bahan bakar.

Baca Juga:

Farhan Tegaskan Tak Ada WFH di Pemkot Bandung

Sebagai alternatif, ia menyarankan kebijakan tersebut bisa diterapkan lebih dulu di kota-kota dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Jakarta, Depok, Bandung, dan Surabaya.

Selain WFH, Khozin juga menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem transportasi publik. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyediakan transportasi umum yang nyaman dan aman agar masyarakat, termasuk ASN dan pekerja swasta, beralih dari kendaraan pribadi.

“Langkah ini selain efisien dalam konsumsi BBM, juga menjaga kelestarian lingkungan dengan berkurangnya polusi udara,” jelasnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji penerapan kerja fleksibel sebagai respons atas lonjakan harga minyak global.

“Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home,” ujar Airlangga.

Ia menjelaskan bahwa skema yang disiapkan memungkinkan penerapan satu hari WFH dalam lima hari kerja. Kebijakan ini direncanakan berlaku tidak hanya untuk aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga sektor swasta serta pemerintah daerah.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City