BBM Mobil Boros Saat Macet? Ini Penyebabnya, dari AC hingga Cara Mengemudi

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode arus balik Lebaran dan liburan memicu perbincangan terkait konsumsi bahan bakar kendaraan yang terasa lebih boros, terutama saat menghadapi kemacetan panjang.

Lonjakan volume kendaraan di sejumlah jalur wisata dan arteri, termasuk kawasan Lembang dan Bandung Raya, membuat waktu tempuh perjalanan meningkat signifikan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penggunaan bahan bakar yang lebih cepat habis dibandingkan kondisi normal.

Salah satu pengendara, Fauzan (23), mengaku mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar saat berkendara menggunakan mobil matic merek Hyundai di tengah kepadatan lalu lintas.

“Kalau macet, apalagi di tanjakan, bensin jadi lebih cepat habis. Soalnya mobil tetap bekerja meskipun jalannya pelan,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, penggunaan pendingin udara (AC) saat melibas tanjakan menjadi salah satu faktor yang membuat konsumsi bahan bakar meningkat.

“Biasanya AC tetap nyala, apalagi kalau panas. Itu juga berpengaruh, terutama di kondisi macet dan nanjak,” katanya.

Ia menilai performa kendaraan cenderung menurun saat AC dinyalakan, sehingga respons mesin terasa lebih berat ketika pedal gas diinjak.

Selain itu, Fauzan menyebut cara pengemudi menginjak pedal gas turut berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar.

“Kalau buka gasnya kasar atau terlalu dalam, bensin pasti lebih boros. Apalagi mobil matic, terasa sekali bedanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Menurutnya, penggunaan BBM yang tidak sesuai dapat memengaruhi performa sekaligus efisiensi.

“Kalau pakai bensin yang tidak sesuai spek mesin, tarikan bisa lebih berat dan ujung-ujungnya konsumsi bbm juga lebih boros,” tambahnya.

Baca Juga:

Daftar Motor Matic dan Bebek Irit BBM, Jalan Jarak Jauh Siapa Takut!

Hindari 4 Perawatan Ini, Mobil Dijamin Awet

Perencanaan Berkendara Jadi Kunci

Kondisi lalu lintas yang padat membuat efisiensi bahan bakar kembali menjadi perhatian utama para pengendara. Teknik berkendara yang tepat dinilai mampu menekan konsumsi BBM, seperti menjaga akselerasi tetap halus dan menghindari hentakan gas secara mendadak.

Sejumlah kreator otomotif juga membagikan panduan terkait hal ini. Dalam kanal YouTube Mick Drives Cars, dijelaskan bahwa perencanaan berkendara menjadi dasar penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar.

“Pengemudi perlu memperhatikan kondisi jalan di depan, seperti lampu lalu lintas dan persimpangan, bukan hanya kendaraan di depan,” demikian disampaikan dalam kanal tersebut.

Teknik engine braking, yakni mengurangi kecepatan dengan melepas pedal gas tanpa keluar dari posisi gigi, juga disebut dapat membantu menghemat bahan bakar dalam kondisi tertentu.

Selain itu, menjaga putaran mesin tetap rendah, menghindari akselerasi agresif, serta menggunakan pedal gas secara halus menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi kendaraan.

Faktor Teknis Tak Bisa Diabaikan

Selain gaya berkendara, kondisi kendaraan juga berperan dalam menentukan konsumsi bahan bakar.

Tekanan ban, kondisi mesin, hingga penggunaan fitur seperti AC secara terus-menerus dapat menambah beban kerja mesin. Perawatan berkala menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan tetap efisien.

Mobil Listrik Kembali Dilirik

Di tengah meningkatnya konsumsi bahan bakar, kendaraan listrik kembali menjadi alternatif yang diperbincangkan masyarakat.

Biaya operasional yang relatif lebih rendah dinilai menjadi keunggulan, terutama saat digunakan dalam kondisi lalu lintas padat. Namun, ketersediaan infrastruktur pengisian daya masih menjadi pertimbangan, khususnya di jalur wisata dan wilayah non-perkotaan.

Keselamatan dan Perawatan Tetap Jadi Prioritas

Meningkatnya mobilitas pascalebaran juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kendaraan tetap prima. Pemeriksaan rutin seperti rem, tekanan ban, hingga sistem pendingin mesin menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, pengemudi diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik agar tetap fokus selama berkendara, terutama saat menghadapi kemacetan yang dapat meningkatkan risiko kelelahan.

Di tengah tingginya aktivitas perjalanan, pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi penting agar perjalanan tetap efisien, aman, dan nyaman.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Muhammad Dewa Egi Maulana)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025