WFH Dinilai Jadi Strategi Hemat Energi, DPR Dukung Kajian Pemerintah

wfh asn
(Ilustrasi.iStockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Wacana penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) yang tengah dikaji pemerintah dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga efisiensi energi nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui menyebut kebijakan tersebut menunjukkan arah baru pemerintah yang tidak hanya fokus pada pasokan energi, tetapi juga mulai mengelola konsumsi secara lebih terukur.

Menurutnya, langkah yang tengah dikaji oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi di tengah tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel.

Alfons menilai pendekatan ini sebagai strategi komprehensif dalam menjaga stabilitas energi nasional. Tidak hanya memperkuat suplai, pemerintah juga mulai menekan konsumsi, terutama bahan bakar minyak (BBM).

“Ini bentuk mitigasi risiko sekaligus penguatan manajemen sisi permintaan energi,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai membuka opsi kebijakan seperti WFH sebagai bagian dari efisiensi energi.

Meski mendukung, Alfons mengingatkan agar kajian kebijakan dilakukan secara matang. Implementasi WFH harus tetap menjaga produktivitas nasional serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan berbagai sektor.

Baca Juga:

WFA ASN Berlaku Mulai Hari Ini, Seperti Apa Aturannya?

Selain itu, ia menilai kebijakan ini juga bisa menjadi bagian dari transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, termasuk mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.

Sebagai wakil dari Papua Barat, Alfons menegaskan pentingnya aspek pemerataan dalam setiap kebijakan nasional.

Menurutnya, daerah yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur energi harus tetap menjadi prioritas, agar kebijakan efisiensi tidak menimbulkan kesenjangan baru.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa opsi WFH masih dalam tahap kajian sebagai salah satu cara menekan konsumsi BBM.

Bahlil menegaskan, berbagai langkah tengah dipertimbangkan dan semua kemungkinan terbuka, selama bertujuan untuk penghematan energi.

Di tengah ketidakpastian global, sejumlah negara juga telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa, seperti pengurangan hari kerja hingga pembatasan penggunaan energi di ruang publik.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City