Sidang Korupsi Minyak Mentah Pertamina, Ahok Bawa Bukti di HP

ahok korupsi pertamina
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Kehadiran Ahok terkait sidang pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina periode 2018–2023.

Ahok tiba di kompleks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengenakan kemeja batik biru lengan panjang dan tampak langsung menyapa awak media yang telah menunggu di lokasi.

“Iya, kami akan menyampaikan apa adanya,” ujar Ahok singkat kepada wartawan sebelum memasuki ruang sidang.

Mengaku Tak Siapkan Berkas Fisik

Ahok menyampaikan dirinya tidak melakukan persiapan khusus sebelum memberikan keterangan di persidangan. Ia menyebut hanya membawa telepon seluler yang berisi data dan materi yang dibutuhkan untuk menjelaskan perkara tersebut.

“Ponsel saja yang dibawa, ada di Google Drive,” kata Ahok.

Keterangan tersebut menegaskan bahwa informasi yang akan disampaikan Ahok bersumber dari dokumen dan catatan yang telah tersimpan secara digital selama masa jabatannya di Pertamina.

Dijadwalkan Jadi Saksi Kasus Tata Kelola Migas

Dalam agenda persidangan, Ahok dijadwalkan memberikan kesaksian untuk perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan sembilan terdakwa. Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi sektor migas terbesar yang pernah disidangkan.

Para terdakwa terdiri dari sejumlah pejabat dan pihak swasta yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan impor minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Mereka antara lain pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Agus Purwono, serta Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi.

Nama lain yang turut duduk sebagai terdakwa yakni Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi Gading Ramadhan Juedo, Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara Dimas Werhaspati, hingga Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.

Kerugian Negara Capai Rp285,18 Triliun

Jaksa Penuntut Umum mendakwa kesembilan terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, sehingga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah sangat besar.

Total kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp285,18 triliun. Kerugian tersebut mencakup kerugian keuangan negara sebesar 2,73 miliar dolar Amerika Serikat dan Rp25,44 triliun, serta kerugian perekonomian negara senilai Rp171,99 triliun.

Selain itu, terdapat dugaan keuntungan ilegal sebesar 2,62 miliar dolar AS yang diperoleh dari selisih harga pengadaan impor BBM dan minyak mentah.

Baca Juga:

Noel Beri Clue Huruf “K” Partai Terlibat Pemerasan K3 Kemenaker

KPK Periksa Pemilik Travel Umrah Maktour, Dalami Kasus Korupsi Kuota Haji

 

Rincian Dugaan Kerugian dan Pelanggaran Hukum

Kerugian keuangan negara secara rinci berasal dari pengadaan impor produk kilang atau BBM senilai 5,74 miliar dolar AS, serta penjualan solar nonsubsidi sebesar Rp2,54 triliun selama periode 2021–2023.

Sementara kerugian perekonomian negara dikaitkan dengan kemahalan harga pengadaan BBM yang berdampak luas terhadap beban ekonomi nasional.

Atas perbuatannya, para terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang pemeriksaan saksi, termasuk keterangan Ahok, diharapkan dapat mengungkap secara terang mekanisme pengelolaan minyak mentah dan produk kilang yang menjadi dasar perkara tersebut.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Berita Lainnya

1

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260721-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Lantik Empat Organisasi Pelajar, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah