Serap Gula Petani Tebu, Bapanas Pastikan Harga Tidak Dibawah HAP Rp14.500

gula petani tebu
Ilustrasi (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, bakal menjaga stabilitas harga gula petani tebu dan memastikan harga tidak turun dibawah harga acuan penjualan (HAP). Hal ini menyusul rencana pemerintah untuk menyerap gula petani tebu dengan anggaran Rp1,5 triliun.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kepastian pemerintah dalam penyerapan gula petani tebu. Rencanannya, gula petani akan diserap Danantara melalui ID FOOD.

“Penyerapan gula petani oleh pemerintah melalui Danantara ini sudah ditandatangani, dan ini menjadi salah satu poin kesepakatan untuk kita kawal bersama pada rapat di Surabaya bersama seluruh stakeholder pergulaan nasional,” kata Ketut, Senin (25/8/2025) seperti dilansir dari Antara.

Ketut menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Rapat Pembahasan Program Penyerapan Gula Petani, pemerintah memastikan penyerapan gula ditetapkan dengan harga minimal Rp14.500 per kg. Harga ini ditetapkan untuk gula petani melalui mekansime lelang yang digelar oleh PT Sinetgi Gula Nusantara (SGN).

Adapun HAP gula di tingkat produsen telah ditetapkan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, yaitu Rp14.500 per kilogram (kg).

Baca Juga:

Gelontorkan Rp1.5 T, Pemerintah Pastikan Serap Gula Petani Tebu

Harga Pangan Jawa Barat Senin 25 Agustus: Beras-Cabai Turun, Daging Masih Tinggi

Selain itu, seluruh pemangku kepentingan meliputi petani, pedagang, dan pabrik telah sepakat untuk tidak melakukan transakasi dibawah harga tersebut. Hal ini untuk menghindari praktik “cash back” yang merugikan petani.

Ketut menegaskan bahwa seluruh pihak terkait harus saling berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan penyerapan gula.

“Petani dan pedagang tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah hadir, pedagang berkontribusi, dan petani berjuang. Semua harus saling mendengar dan melengkapi. Dengan kebersamaan, problem penyerapan gula bisa diantisipasi,” ujar Ketut.

Disisi lain, Ketut menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas gula petani agar sesuai dengan standar mutu. Disamping itu, pemerintah melarang masuknya gula rafinasi agar tidak masuk ke pasar eceran.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyampaikan rencana pemerintah untuk menyerap gula petani tebu dalam negeri dapat memperbaiki harga gula.

“Kalau BUMN pangan seperti ID Food atau Bulog diberikan dana untuk membeli gula tingkat petani, harga gula petani akan membaik dalam dua bulan lagi dengan catatan tidak ada rembesan gula industri atau gula rafinasi,” kata Arief.

Arief menegaskan anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebesar Rp1,5 triliun untuk mempercepat penyerapan gula petani.

(Raidi/Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026