Danantara Soroti Kerugian BUMN akibat Numpuk Anak dan Cucu Perusahaan

Danantara Soroti Kerugian BUMN akibat Numpuk Anak dan Cucu Perusahaan
Ilustrasi-BUMN (Istimewa)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penyebab utamanyarendahnya kinerja banyak BUMN, bahkan hingga mengalami kerugian. adalah jumlah anak perusahaan yang dinilai terlalu banyak dan membebani struktur usaha, hal tersebut diungkap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

Managing Director Danantara, Febriany Eddy, menjelaskan jumlah entitas BUMN, mulai dari induk, anak perusahaan, hingga cucu dan cicit usaha, saat ini telah menembus lebih dari 1.000 perusahaan. Kondisi ini membuat pengelolaan tidak efisien dan berdampak pada arus kas.

“Dari 1.000 lebih BUMN, akan turun ke 200. Kalau Anda lihat semua sekarang, seribu lebih direct dan indirect BUMN yang kita miliki, hampir setengah itu rugi,” ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga:

Indofarma PHK Massal 413 Karyawan, Danantara Buka Suara

Danantara Ungkap Total Perusahaan BUMN Tembus 1.000, Punya 338 Anak hingga 585 Cucu

Menurut Febriany, banyaknya anak dan cucu usaha justru menambah inefisiensi struktural. Alih-alih memberi nilai tambah, keberadaan terlalu banyak entitas membuat biaya meningkat dan proses bisnis berjalan lambat. Satu ekosistem bisnis bisa terpecah menjadi banyak unit terpisah, yang semuanya butuh dikelola dan dibiayai.

Ia mencontohkan rantai suplai yang menjadi terlalu panjang karena setiap tahap ditangani oleh anak usaha berbeda. Akibatnya, proses semakin lambat karena membutuhkan koordinasi antarperusahaan, ditambah margin dan biaya tambahan pada setiap level.

Selain itu, Febriany menyoroti banyaknya BUMN yang bergerak pada sektor serupa sehingga saling berkompetisi di pasar yang sama. Ia mencontohkan perusahaan pelat merah sektor karya yang sering saling bersaing dalam satu tender.

Ke depan, Danantara akan melakukan konsolidasi terhadap seluruh BUMN yang berada di bawah kelolaannya. “Banyak bisnis di antara BUMN ini yang saling kanibal. Contoh, BUMN karya itu kalau tender, tujuh-tujuhnya berkompetisi,” pungkasnya.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City