Sekolah Rakyat dan Sekolah Sehat, Farhan Dorong Pendidikan Inklusif dan Lingkungan Bersih di Bandung

Sekolah Rakyat dan Sekolah Sehat, Farhan Dorong Pendidikan Inklusif dan Lingkungan Bersih di Bandung
Ilustrasi-Ruang Kelas Sekolah Rakyat (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —  Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan sehat. 

Salah satu fokusnya adalah kelanjutan program Sekolah Rakyat, inisiatif untuk memberikan akses pendidikan nonformal bagi anak-anak yang putus sekolah.

Farhan menyebut pihaknya telah mengajukan usulan 50 peserta untuk mengikuti program pendidikan setara jenjang SMP dan SMA. Namun, realisasinya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Usulan sudah kami kirimkan ke Kementerian Sosial, total ada 50 anak. Tapi hingga kini kami masih menunggu persetujuan, karena kewenangan penuh ada di tangan Kemensos,” kata Farhan, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga:

Farhan Soroti Toilet Sekolah dan Larangan HP, Dua Fokus Baru Pendidikan Bandung

Bandung Uji Trotoar Inklusif, Farhan Libatkan Disabilitas Langsung

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk anak-anak yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal, serta bagian dari upaya menciptakan kesetaraan akses pendidikan di Kota Bandung.

Tak hanya soal akses pendidikan, Farhan juga menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang sehat dan bersih. Dirinya menyebut pengelolaan sampah di sekolah harus menjadi perhatian utama dalam mewujudkan program “Sekolah Sehat” secara utuh.

“Sekolah sehat itu bukan hanya tentang toilet bersih, tapi juga membiasakan hidup bersih. Pengelolaan sampah di sekolah adalah bagian penting dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ekosistem yang mendukung. Oleh karena itu, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan mulai dari guru, kepala sekolah, hingga orang tua siswa.

“Kalau ingin mencetak anak-anak yang cerdas dan tangguh, kita harus bangun lingkungan yang bersih, sehat, dan tertib. Pendidikan bukan cuma soal kurikulum, tapi juga soal budaya dan kebiasaan baik,” pungkasnya.

Dengan kombinasi pendekatan sosial dan lingkungan ini, Farhan optimistis Kota Bandung bisa menjadi model kota ramah pendidikan di Indonesia. (Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City