BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID -Industri hiburan Tanah Air kembali heboh, oleh perdebatan antara Reza Arap dan Gerald Liu yang tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Keduanya saling mengklaim terkait proses pembuatan soundtrack Asian Games 2018.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Reza Arap saat live streaming Marapthon mengaku bahwa ia mengerjakan seorang diri soundtrack Asian Games 2018.
Pernyatan ini memunculkan spekulasi publik, mengingat proyek musik seperti Asian Games yang berskala besar umumnya melibatkan lebih dari satu orang.
Pernyataan itu langsung mendapat respon dari Gerald Liu. Ia mengatakan bahwa dirinya juga ikut serta dalam proses pembuatan soundtrack tersebut, bahkan menyebut dirinya yang mengerjakan bagian musiknya.
Dalam unggahan video akun pribadinya, Gerald Liu menyinggung keterlibatannya dalam pembuatan soundtrack tersebut. Ia bahkan menunjukkan file lama sebagai bukti bahwa proses pembuatannya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
Baca Juga:
Reza Arap Bantu Pedagang Alun-Alun Kidul yang Rugi Akibat Kedatangan IShowSpeed
Menurutnya, proyek musik seperti Asian Games dan ajang lain seperti piala dunia umumnya dikerjakan secara kolaboratif, bukan individu.
Seperti diketahui, Reza Arap dan Gerald Liu sempat bersama dalam Weird Genius. Namun Gerald resmi hengkang pada 21 Oktober 2023. Kini posisinya digantikan oleh Roy CDC.
“Nah, kalau Asian Games masih terlalu simpel lah kalau yang misalnya World Cup itu bikinnya rame-rame banget. Weird Genius plus satu temen gua JyoHX ikut bantuin juga” ungkap Gerald dalam unggahan Instagram pribadinya, Rabu (8/4/26). Bahkan ia juga mempertanyakan pernyataan Reza Arap yang menyebut bahawa seluruh proses dikerjakan secara sendiri.
Sejumlah komentar netizen pun bernada sindiran terhadap Reza Arap di kolom komentar akun Instagram @geraldxliu
“Jadi fungsinya dia sebagai apa sih? Kan music producing di elu bang” tulis ak***
“Gue udah ngga heran. Ger, udah tepat lu cabut dari WG. Gue masih nunggu kapan si eka cabut. Seolah-olah yang paling capek dan punya kontribusi itu Cuma arap” tulis don***.
“pokoknya semua punya @ybrap gamau tau apapun kondisinya siapapun lo pokoknya semuanya punya @ybrap semua tercipta karena @ybrap” tulis b****ps
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak untuk meluruskan perbedaan klaim sondtrack tersebut.
Kasus ini pun kembali menjadi sorotan publik, mengenai transparansi dan pengakuan karya di industri musik digital.
(Magang Unpas/T.Naila Ananda)











