JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kepolisian mengonfirmasi bahwa sosok yang pertama kali menemukan jenazah Lula Lahfah adalah petugas keamanan apartemen tempat ia tinggal. Penemuan tersebut terjadi di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kombes Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa laporan penemuan korban diterima pada Jumat (23/1/2026), sekitar pukul 18.44 WIB.
“Korban ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Jumat malam.
Saat ditemukan, Lula Lahfah diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar apartemennya.
Satreskrim Lakukan Olah TKP di Apartemen
Setelah laporan diterima, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti serta memastikan kronologi kejadian sebelum korban ditemukan.
Kombes Budi menegaskan bahwa kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian tanpa pemeriksaan medis menyeluruh.
“Untuk memastikan penyebab kematiannya, harus dilakukan autopsi,” tegasnya.
Riwayat Kesehatan Lula Lahfah Jadi Sorotan
Kematian Lula Lahfah turut memunculkan perhatian publik terhadap riwayat kesehatannya. Pada awal Januari 2026, Lula sempat mengungkap melalui media sosial bahwa dirinya mengalami beberapa gangguan kesehatan sekaligus, seperti infeksi saluran kemih (ISK), radang usus, batu ginjal, dan GERD.
Masalah asam lambung diketahui sudah lama dialami Lula. Pada 2020, ia pernah menceritakan pengalamannya dilarikan ke rumah sakit akibat sesak napas dan nyeri dada yang sempat dikhawatirkan sebagai serangan jantung, namun kemudian didiagnosis sebagai gangguan lambung.
Pada unggahan lain tahun 2021, Lula juga sempat menyinggung kondisi mental dan fisiknya yang saling memengaruhi.
Surat Kematian Beredar, Autopsi Tetap Dibutuhkan
Di tengah proses penyelidikan, beredar foto surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Mardhiyah Medical Clinic. Dalam dokumen tersebut tertulis bahwa Lula Lahfah meninggal dunia pada 23 Januari 2026 pukul 19.20 WIB dengan keterangan “Henti Jantung dan Henti Napas”.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa keterangan tersebut belum bisa dijadikan dasar final tanpa hasil autopsi resmi.
Baca Juga:
Manohara Ungkap Trauma Masa Kecil, Sebut Ibunya Terlibat Praktik Ilmu Hitam
Duka Publik dan Penyelidikan Berlanjut
Kabar penemuan jenazah Lula Lahfah oleh petugas keamanan memicu gelombang duka di media sosial. Banyak warganet menyampaikan belasungkawa sekaligus keprihatinan karena Lula ditemukan dalam kondisi seorang diri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga maupun manajemen Lula Lahfah belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kronologi sebelum kematiannya.
Penemuan jenazah di apartemen tersebut menjadi titik awal proses penyelidikan kepolisian untuk mengungkap secara pasti apa yang terjadi pada Lula Lahfah.
(Dist)










