Fakta Menarik Selama Proses Syuting Film Kupu-Kupu Kertas

Film Kupu-Kupu Kertas
(Instagram @kupukupukertasfilm)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Film Kupu-Kupu Kertas merupakan karya terbaru dari sutradara Emil Heradi. Ini bukan sekadar kisah romansa antara Ihsan dan Ning di tahun kelam 1965, namun juga menyimpan banyak cerita menarik dari proses produksinya.

Melalui prolog ini, kita akan memasuki dunia yang memukau di balik layar film Kupu-Kupu Kertas, di mana setiap detail memiliki arti dan makna tersendiri. Mari kita simak fakta-fakta menarik yang terdapat dalam film ini.

1. Adegan Reza Arap

Dalam proses produksi film Kupu-Kupu Kertas, terdapat adegan menarik di mana Reza Arap harus beradegan dengan Amanda Manopo. Namun, Amanda Manopo mengungkapkan bahwa Reza Arap terlihat ragu-ragu dalam mengekspresikan skripnya. Meskipun demikian, Amanda tetap berusaha berlaku profesional sebagai aktris.

2. Reza Arap Dibantu Chicco Kurniawan

Reza Arap, salah satu pemeran utama dalam film ini, mengakui bahwa ia sangat terbantu dalam proses aktingnya oleh Chicco Kurniawan. Mereka berlatih bersama untuk mempersiapkan peran masing-masing dengan baik.

3. Fajar Nugra yang Mendalami Peran

Fajar Nugra yang memerankan karakter Zul dalam film ini, turut membeberkan bagaimana ia mempersiapkan diri untuk peran tersebut. Salah satu langkah yang dia lakukan adalah dengan mencoba berjalan pincang secara konsisten untuk memahami karakternya dengan lebih baik.

BACA JUGA: Ini Kelebihan dan Kekurangan Film Kupu-Kupu Kertas

4. Ayu Laksmi dan Problematika Lokasi Syuting

Ayu Laksmi, seorang aktris berpengalaman yang juga ikut dalam produksi film ini, mengungkapkan bahwa lokasi syuting film tersebut cukup sulit. Meskipun menghadapi kendala tersebut, Ayu Laksmi tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam perannya sebagai Sulastri.

5. Alasan Lagu Genjer-Genjer Dimasukkan

Ayu Laksmi sendiri menyanyikan lagu “Genjer-Genjer” dalam film ini. Meskipun lagu tersebut kontroversial, Ayu Laksmi menjelaskan bahwa lagu tersebut memiliki makna tersendiri sesuai dengan konteks waktu dan situasi yang terdapat dalam film.

Dengan begitu, film Kupu-Kupu Kertas bukan hanya sebuah karya seni yang menghibur, tetapi juga mengandung berbagai fakta menarik. Melalui proses produksi yang penuh perjuangan dan kerja keras, film ini berhasil meraih kesuksesan dan memberikan pengalaman sinematik yang mendalam bagi para penontonnya.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
DSC06952
DPRD Kota Bekasi Minta Klarifikasi Dugaan Pemotongan TPP dan Pelecehan Seksual di Satpol PP
WhatsApp Image 2026-07-06 at 11.59
DPRD Kota Bekasi Bahas Agenda Strategis dalam Rapat Banmus, Fokus Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda APBD 2025
WhatsApp Image 2026-06-29 at 14.56
Komisi IV DPRD Kota Bekasi Dorong Pembenahan Sistem Pelayanan Usai Dugaan Medication Error di Puskesmas Rawa Tembaga
WhatsApp Image 2026-07-02 at 20.12
Komisi IV DPRD Kota Bekasi Siap Tindak Lanjuti Aspirasi IKAMASI, Soroti Kondisi Asrama Mahasiswa di Yogyakarta
argentina venezuela copa america 2024
Jelang Hadapi Argentina, Swiss Hormati Lionel Messi Namun Yakin Bisa Ciptakan Kejutan
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun
WhatsApp Image 2026-07-08 at 14.32
Diskominfo Kota Bandung dan Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Penataan Fiber Optik dan Transformasi Digital
WhatsApp Image 2026-07-07 at 15.13
Farhan Salurkan Bantuan Baznas Rp25 Juta untuk Korban Kebakaran Ponpes Al-Falah Dago