Polemik Tahanan Rumah Yaqut, KPK Tegaskan Keputusan Sudah Lewat Rapat Lembaga

KPK Periksa Pemilik Travel Umrah Maktour. OTT bupati tulungagung
Ilustrasi. (KPK)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi, Asep Guntur Rahayu, menanggapi laporan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ke Dewan Pengawas KPK terkait polemik perubahan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.

Asep menegaskan pihaknya justru mengapresiasi laporan tersebut dan melihatnya sebagai bentuk dukungan publik terhadap kinerja KPK.

“Kami tentunya menyambut baik dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia, khususnya MAKI. Itu adalah bentuk dukungan dan kepedulian kepada kami dalam menangani perkara kuota haji ini,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, perhatian masyarakat membuat proses penanganan perkara semakin terbuka dan dapat terus dipantau. Bahkan, menurutnya, kritik dan kekecewaan publik menjadi dorongan bagi KPK untuk bekerja lebih cepat.

“Dengan adanya perhatian tersebut, masyarakat bisa terus ter-update terkait penanganan perkara dan langkah-langkah yang kami lakukan,” lanjutnya.

Baca Juga:

KPK Alihkan Penahanan Yaqut, MAKI: Rekor Langka Layak Masuk MURI

Asep juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap Yaqut yang telah dilakukan menjadi bagian dari perkembangan signifikan dalam kasus ini. Ia memastikan akan ada informasi lanjutan yang segera disampaikan kepada publik.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat. Buktinya, kemarin saudara YCQ sudah kami periksa dan ada perkembangan positif yang nanti akan kami sampaikan,” katanya.

Terkait keputusan pengalihan penahanan menjadi tahanan rumah, Asep menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan kolektif lembaga, bukan keputusan pribadi.

“Keputusan itu sudah melalui rapat atau ekspos. Jadi bukan keputusan individu, melainkan keputusan lembaga dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya, MAKI yang dipimpin Boyamin Saiman melaporkan sejumlah pihak ke Dewan Pengawas KPK, termasuk pimpinan KPK, juru bicara, dan Asep Guntur Rahayu. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam pengalihan status penahanan Yaqut.

Selain itu, MAKI juga mengirimkan surat kepada Komisi III DPR RI untuk mendorong pembentukan panitia kerja (panja) sebagai bentuk pengawasan eksternal terhadap KPK dalam menangani kasus yang kini menjadi sorotan publik.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian