Pemerintah Aktifkan Kembali BPJS PBI 120 Ribu Pasien Kronis

kenaikan iuran BPJS Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sekitar 120 ribu warga dengan penyakit kronis atau katastropik sempat dinonaktifkan dari daftar peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) akibat pembaruan data administrasi. Pemerintah mengusulkan agar status mereka otomatis direaktivasi selama tiga bulan ke depan sambil verifikasi data dilakukan ulang agar akses layanan kesehatan tidak terputus.

Berdasarkan data yang dikutip dalam rapat bersama DPR RI pada Senin (9/2/2026), Menkes menjelaskan, 120 ribu masyarakat itu terdiri dari:

. 12.262 warga dengan penyakit gagal ginjal
• 16.804 warga dengan penyakit kanker
• 63.119 warga dengan penyakit jantung
• 114 warga dengan penyakit hemofilia
• 26.224 warga dengan penyakit stroke
• 673 warga dengan penyakit thalassemia
• 1.276 warga dengan penyakit sirosis hati
Totalnya mencapai 120.472 masyarakat yang mengidap berbagai kondisi medis berat tersebut.

Pernyataan Menkes: “Layanan Tidak Boleh Terhenti”

Menkes Budi secara tegas menekankan bahwa perubahan administratif dalam status kepesertaan tidak boleh menghambat layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, langkah reaktivasi otomatis diperlukan agar pasien tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan hanya untuk mengurus administrasi ulang dan tetap mendapatkan layanan tanpa jeda.

“Untuk bisa meng-address kebutuhan masyarakat, kita mengusulkan agar bisa dikeluarkan SK Kemensos untuk 3 bulan ke depan, layanan katastropik yang 120 ribu tadi, itu otomatis direaktivasi,” ujarnya.

Menkes menegaskan bahwa mekanisme otomatis ini bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan terus berjalan sementara pihak terkait memverifikasi ulang data peserta.

“Jadi yang ramai itu dengan PBI adalah cuci darah. Sebenarnya ada lagi yang lain yang mirip juga dengan cuci darah. Contohnya misalnya kanker,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa pasien kanker memerlukan kemoterapi dan radioterapi secara berkala, sementara penderita penyakit jantung harus rutin mengonsumsi obat setiap hari. Selain itu, ada pula pasien thalassemia yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

“Itu sama, Bapak Ibu. Kalau itu berhenti, itu wafat. Ada juga misalnya penyakit jantung. Itu penyakit jantung kita sama-sama tahu harus minum obat setiap hari. Kalau itu dihentikan, itu juga wafat. Yang lebih sedih misalnya thalassemia. Itu untuk anak-anak yang kena thalassemia. Itu harus diinfus, apa harus cuci darah juga anak-anak itu. Kalau kemudian mereka miss, wafat,” ungkapnya.

Baca Juga:

Soal Polemik Penonaktifan Peserta BPJS PBI, Dasco: Tiga Bulan ke Depan Semua Layanan Kesehatan Tetap Berjalan

Usulan Anggaran untuk Reaktivasi Otomatis

Menkes juga memaparkan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk reaktivasi sementara tersebut. Ia menjelaskan bahwa biaya reaktivasi otomatis bagi sekitar 120 ribu peserta PBI per bulan hanya sekitar Rp5 miliar (asumsi iuran PBI rata-rata Rp42.000 per orang per bulan). Dengan rencana reaktivasi selama tiga bulan, usulan anggaran yang diajukan adalah sekitar Rp15 miliar dari pemerintah pusat.

Menurut Budi, nominal ini relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi risiko kesehatan dan kematian akibat jeda layanan medis bagi pasien dengan penyakit berat.

Respons terhadap Dampak Penonaktifan Data PBI

peserta BPJS PBI terjadi dalam konteks pemutakhiran basis data Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menyesuaikan skema pemberian bantuan agar tepat sasaran. Kebijakan terbaru ini menyebabkan sekitar jutaan peserta PBI nonaktif, termasuk yang berada dalam kategori kronis atau katastropik.

Keluhan dari masyarakat dan organisasi pasien muncul karena banyak pasien baru mengetahui status BPJS mereka berubah ketika akan mendapatkan layanan medis. Misalnya, pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah setidaknya dua hingga tiga kali seminggu; jika layanan terputus, risiko kesehatan bahkan kematian meningkat drastis.

Koordinasi Pemerintah dan DPR RI

Di akhir rapat, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan kesimpulan kesepakatan antara pemerintah dan DPR terkait polemik BPJS PBI. Salah satu poin utama, peserta BPJS PBI yang sempat dinonaktifkan tetap dijamin memperoleh layanan kesehatan penuh selama tiga bulan ke depan, termasuk penggantian biaya oleh pemerintah sambil menunggu proses validasi data selesai dibahas.

“DPR dan pemerintah sepakat dalam jangka waktu 3 bulan ke depan semua layanan kesehatan tetap dilayani dan PBI-nya dibayarkan pemerintah,” kata Dasco membacakan kesimpulan yang disetujui peserta rapat.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Khusnul Yulida)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Malaria di Papua

Menkes: Papua Jadi Wilayah Tertinggi Malaria

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dalam penanganan malaria. Wilayah yang paling terdampak atas tantangan malaria

Read More »
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...