Satu Dekade Program JKN, Bersama Media Siap Kawal Kualitas Layanan

BPJS Kesehatan Program JKN
BPJS Kesehatan Cabang Bandung bersama awak media dalam kegiatan Ngopi Bareng JKN di Kota Bandung. (Dok BPJS Kesehatan Cabang Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Satu dekade penyelengaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 1 Januari 2014, BPJS Kesehatan telah menggulirkan berbagai inovasi untuk peningkatan mutu layanan terhadap peserta JKN.

BPJS Kesehatan juga menciptakan ekosistem JKN yang kuat dan saling bergantung satu sama lain dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh penduduk Indonesia.

Dalam kegiatan Ngopi Bareng JKN bersama awak media massa Kota Bandung, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Greisthy E.L. Borotoding memaparkan bahwa satu dekade penyelenggaraan Program JKN yang telah berkembang menjadi program strategis, telah memberikan kontribusi yang besar bagi penduduk Indonesia serta mampu membuka akses layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat.

“Program JKN ini telah menjadi percontohan bagi negara-negara lainnya, sebagai program jaminan kesehatan sosial berkonsep single payer. Jika dibandingkan negara-negara lain yang butuh belasan hingga ratusan tahun untuk mencapai UHC, progres di Indonesia ini terbilang luar biasa pesat,” jelas Greisthy.

Ia memaparkan, kepesertaan Program JKN di Kota Bandung sendiri telah mencapai 99,38 persen dari total penduduk berdasarkan data per 1 Juni 2024, atau sekitar 2.555.187 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN. Hanya ada sekitar 15.715 jiwa penduduk Kota Bandung yang belum memiliki JKN.

“Dengan bertumbuhnya cakupan kepesertaan JKN, tentunya harus diimbangi dengan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Fasilitas kesehatan yang cukup tentu juga akan memudahkan peserta JKN dalam mengakses pelayanan kesehatan. Sehingga tidak ada lagi isu kalau pelayanan tertunda karena waiting list. Harapannya peserta JKN dilayani dengan mudah dan cepat, serta setara,” tutur Greisthy.

BACA JUGA: Cara Cek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan, Masih Aktif?

Berdasarkan data per 1 Juni 2024, tercatat sebanyak 199 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Bandung telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, terdiri dari 80 puskesmas, 100 klinik pratama, 7 dokter prakter perorangan (DPP) , 8 kinik TNI, 3 klinik Polri, dan 1 dokter gigi.

Sedangkan untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang telah bekerja sama sebanyak 49 meliputi 31 rumah sakit dan 17 klinik urama.

“Cakupan kepesertaan JKN yang begitu besarnya, tentunya juga berpengaruh pada peningkatan angka pemanfaatan pelayanan kesehatan. Angka pemanfaatan pelayanan kesehatan juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Mulai dari 2021 2,4 triliun, 2022 3,08 triliun, 2023 4,3 triliun, dan sampai dengan Mei 2024 sebesar hampir 2,2 triliun. Sangat banyak masyarakat yang telah tertolong oleh Program JKN ini,” tegasnya.

Greisthy menambahkan, di sisi lain, BPJS Kesehatan juga giat mengusung program promotif preventif, termasuk melalui skrining kesehatan.

Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari penyakit tertentu.

Tahun 2023, tercatat sebanyak 324.274 peserta JKN Kota Bandung telah memanfaatkan layanan skrining BPJS Kesehatan, mulai dari skrining riwayat kesehatan, skrining diabetes melitus, skrining kanker serviks, dan skrining payudara.

“Hadirnya Program JKN ini menjadi wujud konkrit transformasi pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat. Mari kita dukung bersama program ini dari berbagai aspek, termasuk media sebagai penyambung informasi dan aspirasi antara BPJS Kesehatan kepada peserta JKN,” tutupnya.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun