BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puncak peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215 tahun 2025 akan berlangsung spektakuler. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sebuah acara penutup yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yakni pawai mobil hias malam hari bertajuk “Bandung Menyala” yang akan memadukan kreativitas, seni, dan kemegahan cahaya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pawai ini akan digelar pada Sabtu malam, 25 Oktober 2025, mulai selepas waktu maghrib. Dirinya memastikan kegiatan tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian HJKB yang telah berlangsung sejak 25 September lalu.
“Pawai mobil hias tahun ini semuanya bercahaya. Jadi warga Bandung bisa menikmati suasana malam yang benar-benar menyala,” kata Farhan, Kamis (23/10/2025).
Pawai akan mengambil rute dari Plaza Balai Kota Bandung menuju Lapangan Tegalega, menampilkan deretan kendaraan yang dihiasi lampu warna-warni dan ornamen tematik khas Kota Bandung.
Baca Juga:
Nikah Gratis di Bandung Rayakan HJKB ke-215, Pengantin Dapat Fasilitas Bulan Madu
Beragam unsur masyarakat akan ikut serta dalam parade ini, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, kecamatan, komunitas kreatif, hingga kelompok seni lokal.
“Pesertanya seluruh OPD, komunitas, dan BUMD. Pokoknya semua ikut menyala,” tambahnya.
Untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan kenyamanan publik, Pemkot Bandung memutuskan tidak mengundang peserta dari luar kota. Langkah ini diambil karena Bandung sempat mengalami kemacetan cukup parah selama beberapa pekan terakhir akibat berbagai agenda besar.
“Kita fokus peserta lokal dulu. Kalau dari luar kota ikut, khawatir malah tambah macet dan menimbulkan penumpukan kendaraan maupun sampah,” ujarnya.
Pawai bercahaya ini menjadi puncak dari rangkaian HJKB 2025 yang sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan, seperti Festival Kuliner Bandung, Parade Seni dan Budaya Daerah, Lomba Inovasi UMKM, hingga Gerakan Bandung Bersih dan Sehat yang melibatkan ribuan warga.
Setiap mobil hias akan membawa tema berbeda mulai dari sejarah Kota Bandung, inovasi pembangunan, budaya Sunda, hingga semangat keberlanjutan lingkungan mencerminkan karakter Bandung sebagai Kota Kreatif Dunia versi UNESCO.
Farhan berharap pawai ini tidak hanya menjadi tontonan indah, tetapi juga momentum kebersamaan warga Bandung.
“Mari rayakan dengan gembira dan tertib. Nikmati malam penuh cahaya ini tanpa mengotori kota yang kita cintai. Ini pesta rakyat Bandung, jadi mari jaga semangat kebersamaan dan kebersihan,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











