Mencontoh Benyamin S dengan Pandji, DPR Desak Pemerintah Lindungi Komedian

pandji dpr
Ilustrasi. (Gemini/Teropong Media)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mendesak pemerintah menjamin ruang aman bagi pekerja seni, khususnya komedian, agar tidak dikriminalisasi saat menyampaikan kritik melalui karya seni.

Pernyataan itu disampaikan Bonnie menanggapi laporan hukum terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy berjudul Mens Rea.

Seni Dinilai Medium Kritik Sosial

Bonnie menegaskan, bahwa seni termasuk komedi bukan sekadar hiburan melainkan medium kritik sosial dan sarana penyampaian suara publik yang kerap tidak terdengar oleh negara.

“Jika seniman takut berkarya, maka rakyat kehilangan suara. Negara tidak boleh menghukum imajinasi karena seni adalah napas demokrasi,” kata Bonnie di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Tradisi Panjang Kritik Lewat Seni

Bonnie mengingatkan bahwa dalam sejarah Indonesia, seniman kerap berada di garis depan menyuarakan kebenaran dan kritik sosial.

Ia mencontohkan Teguh Slamet Rahardjo yang vokal mengkritik Orde Baru, hingga Butet Kartaredjasa yang menyampaikan kritik melalui seni pertunjukan.

Selain itu, Benyamin Sueb dikenal menyindir ketimpangan sosial, korupsi, dan keserakahan elite lewat karakter wong cilik. Kritik serupa juga dilakukan Warkop DKI yang menyoroti birokrasi korup dan tidak kompeten.

Namun, Bonnie menilai pada masa itu kritik cenderung menyasar sistem kecil sebagai strategi bertahan di tengah ketatnya sensor pemerintah.

Baca Juga:

Reaksi Santai Pandji Pragiwaksono Usai Dilaporkan ke Polda Metro

PP Muhammadiyah–PBNU Bantah Soal Pelaporan “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono ke Polisi

Stand Up Comedy sebagai Penerus Kritik Sosial

Bonnie menilai tradisi kritik sosial melalui komedi terus berevolusi, mulai dari lawakan sosial Srimulat pada era 1980-an hingga generasi stand up comedy modern seperti Abdur Arsyad dan Pandji Pragiwaksono.

“Mereka adalah penerus estafet yang menyampaikan kegelisahan publik,” ujarnya.

Menurut Bonnie, kebebasan berekspresi merupakan alat produksi utama bagi pekerja seni. Ancaman hukum terhadap kritik justru menciptakan iklim ketakutan yang mematikan kreativitas.

“Kami meminta pemerintah tidak melihat pekerja seni dan rakyat yang mengkritik sebagai ancaman. Negara harus memelihara dan melindungi ruang ekspresi,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap reaktif terhadap kritik seniman, karena kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026