Mencekam, Terjadi Lagi Keracunan MBG di Bandung Barat Total Korban Jadi 411 Orang

KERACUNAN MBG Cipongkor
(instagram/infobandungbarat)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puluhan pelajar kembali keracunan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025).

Keracunan hari ini terjadi hanya sehari setelah Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus ratusan siswa keracunan MBG, Selasa (23/9/2025).

Kapolsek Sindangkerta, Iptu Sholehuddin, membenarkan soal kejadian keracunan baru tersebut. Dari informasi yang dihimpun, para pelajar yang keracunan hari ini terjadi usai menyantap MBG.

Namun menu MBG yang disantap itu berbeda dari kejadian keracunan yang sebelumnya terjadi di wilayah tersebut.

Para pelajar yang menjadi korban hari ini dilaporkan langsung mendapatkan penanganan darurat. Untuk sementara waktu, mereka dievakuasi ke posko yang telah disiapkan di Kecamatan Cipongkor.

Sehari sebelumnya Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan kasus siswa keracunan MBG di Cipongkor sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penetapan status KLB dilakukan setelah korban kasus keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor sejak Senin (22/9/2025) hingga Rabu pagi mencapai 411 pelajar jejang PAUD hingga SMA/SMK sederajat.

Dari 411 orang itu, 47 orang masih menjalani rawat inap dan 364 orang menjalani rawat jalan di beberapa lokasi, yakni RSUD Cililin, Puskesmas Cipongkor, GOR Kecamatan Cipongkor, dan RSIA Anugrah.

Baca Juga:

Update Keracunan MBG Cipongkor: Korban Jadi 369 Orang

Imbas Keracunan MBG, Kepala BGN Setop Sementara SPPG di Cipongkor

“Sampai Rabu (24/9) pagi ini, ada 411 orang terdampak keracunan MBG. 364 masih dirawat jalan dan 47 rawat inap,” kata Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah.

Dia mengatakan mereka yang menjalani rawat inap, kondisinya masih mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, pusing, dan sesak napas. Semuanya masih dipantau intensif tenaga kesehatan rumah sakit tempat mereka dirawat.

“Gejala umum seperti muntah, mual, pusing, lalu sesak napas. Secara umum itu saja gejalanya,” kata Yuyun.

Yuyun mengatakan, pihaknya dan rumah sakit tempat tujuan perawatan pasien tetap disiagakan untuk menerima dan melakukan penanganan yang optimal bagi para pasien.

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Berita Lainnya

1

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
IMG-20260721-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Lantik Empat Organisasi Pelajar, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah