Mahasiswa UPI Kembangkan Pengering Singkong Berbasis Energi Surya untuk Petani Desa

Panel Surya Perovskit
Ilustrasi - Sumber Energi Terbarukan.(Foto: DBS).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan inovasi teknologi pengeringan singkong berbasis energi surya sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengatasi kendala pascapanen di wilayah pedesaan. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada penjemuran konvensional yang bergantung sepenuhnya pada cuaca.

Ketua pembimbing PM-BEM UPI, Selly Feranie, menjelaskan alat pengering tersebut memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya utama, namun tetap mampu beroperasi secara optimal meski kondisi mendung atau hujan.

“Perangkat ini dilengkapi sistem pemanas otomatis dan baterai penyimpan daya, sehingga proses pengeringan tetap berjalan tanpa bergantung penuh pada sinar matahari langsung,” ujar Selly di Bandung, dikutip dari laman resmi UPI, Jumat (23/1/2025).

Menurutnya, teknologi ini tidak hanya mempercepat proses pengeringan singkong, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan bakar fosil maupun listrik konvensional. Selain itu, sistem tertutup pada alat ini membantu menjaga kebersihan produk hasil pengeringan.

Baca Juga:

Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation

Dari sisi pertanian berkelanjutan, penggunaan teknologi berbasis energi surya tersebut dinilai mampu menekan risiko pembusukan hasil panen, menjaga kualitas bahan baku, serta mendorong praktik pascapanen yang lebih hijau bagi petani dan pelaku UMKM desa.

Inovasi ini dikembangkan mahasiswa BEM UPI melalui program pemberdayaan With UPI, Cassava is Gold yang dilaksanakan di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Program ini menjadi contoh penerapan teknologi terbarukan dalam mendukung ekonomi desa sekaligus pelestarian lingkungan.

Ketua Kelompok Tani Desa Sukamelang, Usep, mengakui teknologi pengering berbasis energi surya tersebut membuat proses pascapanen menjadi lebih konsisten dan bersih, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Pengeringan sekarang bisa tetap berjalan tanpa khawatir hujan, dan hasilnya lebih layak diolah serta dipasarkan,” kata Usep.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026