Mahasiswa BBK Dorong Hilirisasi Buah Naga di Glagahagung Lewat Program KEBUN

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (Foto:Dok.Unair)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANYUWANGI, TEROPONGMEDIA.ID – Melimpahnya panen buah naga di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, selama ini belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Harga jual yang kerap tidak stabil membuat petani dan pelaku usaha lokal berada dalam posisi rentan, terutama saat musim panen raya. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga menghadirkan program KEBUN (Kelas Olahan Buah Naga) sebagai upaya menghadirkan solusi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Program yang dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Balai Desa Glagahagung ini menempatkan ibu-ibu PKK sebagai aktor utama penggerak ekonomi desa. Melalui pelatihan pengolahan buah naga menjadi selai, mi ayam, dan bakpau, mahasiswa BBK mengajak warga untuk melihat potensi buah naga dari sudut pandang yang berbeda.

“Selama ini buah naga hanya dijual mentah, padahal kalau diolah bisa punya nilai jual yang jauh lebih tinggi. Kami ingin ibu-ibu PKK punya keterampilan yang bisa langsung diterapkan,” ujar salah satu mahasiswa BBK yang terlibat dalam program tersebut.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ibu-ibu PKK tidak hanya mengikuti proses pembuatan produk, tetapi juga aktif berdiskusi terkait peluang usaha dan pemasaran. Salah satu peserta mengaku mendapatkan wawasan baru dari program ini.

“Kami jadi tahu buah naga bisa diolah jadi makanan yang menarik dan bisa dijual. Ini membuka peluang usaha baru bagi kami,” ungkapnya.

Baca Juga:

SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia

Lebih dari sekadar pelatihan, program KEBUN dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi dan keberlanjutan ekonomi lokal. Pemanfaatan buah naga yang sebelumnya berpotensi terbuang saat harga anjlok kini diarahkan menjadi produk olahan dengan daya simpan lebih lama dan peluang pasar yang lebih luas.

Perangkat desa pun menyambut positif inisiatif tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat membantu warga kami. Harapannya, pelatihan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa berlanjut menjadi usaha UMKM yang benar-benar berjalan,” kata perwakilan Pemerintah Desa Glagahagung.

Program KEBUN selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja layak, serta poin 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan komunitas PKK, buah naga diharapkan tidak lagi sekadar menjadi komoditas musiman, melainkan berkembang menjadi penggerak ekonomi kreatif desa yang berkelanjutan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City