JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Suasana pagi di Malioboro mendadak berubah mencekam setelah ledakan terjadi di area kuliner lantai dasar Teras Malioboro 1, Kota Yogyakarta, Senin (30/3/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.20 WIB itu menyebabkan tiga orang mengalami luka bakar serta merusak bagian lantai di lokasi kejadian. Ledakan bahkan sempat mengangkat konblok hingga pecah akibat tekanan dari bawah tanah.
Diduga Dipicu Gas dari Saluran Limbah
Polisi mengungkap, dugaan awal penyebab ledakan berasal dari akumulasi gas dalam sistem saluran limbah (bio-filter) yang tersumbat.
PS Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, menjelaskan tekanan tinggi dalam ruang tertutup memicu ledakan fisik.
“Adanya tekanan tinggi di ruang tertutup menyebabkan kegagalan struktur pada penutup saluran hingga terjadi ledakan fisik,” ujarnya.
Gas metana yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik diduga terperangkap tanpa ventilasi yang memadai, hingga akhirnya memicu ledakan.
Tiga Korban Luka Bakar
Korban dalam insiden ini merupakan satu keluarga asal Bangkalan, Jawa Timur. Mereka berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi.
ZA (60) mengalami luka bakar di lengan, MI (54) luka di wajah dan kaki, sementara O (15) mengalami luka di bagian leher.
Ketiganya langsung dievakuasi ke RSUP Dr Sardjito untuk mendapatkan penanganan medis. Semburan gas panas dari dalam saluran menjadi penyebab utama luka yang dialami korban.
Struktur Lantai Rusak, Polisi Selidiki
Ledakan tidak hanya melukai warga, tetapi juga merusak infrastruktur di area kuliner. Lantai konblok terangkat dan hancur akibat tekanan dari dalam tanah.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta berkoordinasi dengan pengelola gedung terkait sistem perawatan instalasi limbah.
Baca Juga:
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan di Bekasi, Korban Disimpan dalam Freezer
Ruangan Kantor Gubernur Sulsel Dibobol, Meja dan Laci ASN Diobrak-abrik
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian merekomendasikan pengelola untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh pada instalasi bio-filter. Selain itu, sistem ventilasi juga perlu ditingkatkan guna menghindari penumpukan gas berbahaya.
Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa kelalaian dalam pengelolaan limbah dapat berujung pada bencana yang membahayakan keselamatan publik, bahkan di kawasan wisata yang padat seperti Malioboro.
(Dist)











