KSP: Target Peserta Cek Kesehatan Gratis Capai 58,2 Juta Orang

KSP: Target Peserta Cek Kesehatan Gratis Capai 58,2 Juta Orang
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada pelajar di SMP Negeri 4, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (20/1/2025). (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —  Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), AM Putranto, menyebutkan target peserta program cek kesehatan gratis (CGK) mencapai 58,2 juta orang. Hal ini dinyatakan AM Putranto saat meninjau pelaksanaan CGK di MIN 8 Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).

Putranto menjelaskan, program CGK telah menyasar kepada 16 juta peserta mulai 10 Februari hingga saat ini. Untuk mencapai target peserta CGK, pemerintah pusat menyisir ratusan ribu lokasi, termasuk 282.317 sekolah se-tanah air.

“Per 4 Agustus kita targetkan 58,2 juta [peserta CGK] dengan menyisir sekitar 282.317 sekolah atau satuan pendidikan,” kata Putranto di MIN 8 Jakarta Selatan seperti dikutip Teropongmedia.

Baca Juga:

Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

APBN Alokasikan Rp3,4 Triliun untuk Program Cek Kesehatan Gratis Masyarakat

AM Putranto menjelaskan CGK merupakan program yang dinanti masyarakat. Pasalnya, program tersebut mengurasi kondisi masyarakat terlebih dahulu. Dengan demikian, masyarakat disebut dapat mengurangi pengeluaran untuk mengobati penyakit yang diderita masing-masing.

Melalui program itu, AM Putranto berharap masyarakat Indonesia dapat memiliki kondisi kesehatan yang baik.

“Kita berharap program yang dicanangkan Presiden Prabowo ini sangat baik karena dulu sifatnya kuratif dulu baru di obati, sekarang preventif sehingga tidak perlu tunggu sakit kemudian baru diobati itu akan lebih mahal jatuhnya,” ucap Putranto.

Dia mengatakan Prabowo menginginkan anak sampai lansia menjadi masyarakat yang sehat secara fisik maupun rohani, terutama kesehatan.

AM Putranto menambahkan, tidak ada orang tua yang melarang anaknya untuk mengikuti pemeriksaan gratis atau diimunisasi. Jika ditemui orang tua yang melarang anaknya diimunisasi, pemerintah pusat bakal mengomunikasikan tujuan program tersebut.

Di satu sisi, jika ada orang tua yang melarang anaknya mengikuti cek kesehatan gratis, pemerintah pusat tetap bakal melaksanakan program tersebut.

“Kasih paham dulu orang tuanya dulu, biar orang tuanya diajak dulu. Tujuan dari cek kesehatan gratis ini untuk apa. Mungkin itu perlu pendekatan, tidak bisa dipaksa,” tuturnya. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025