Korupsi Penguasaan Lahan Kebun Binatang Bandung Tembus Rp25 M

Korupsi kebun binatang Bandung - Bandung Zoo
Kebun Binatang Bandung (Rizky Iman/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kerugian negara dalam kasus dugaan kasus korupsi penguasaan lahan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) diperkirakan mencapai Rp25 miliar.

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menahan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung periode 2013-2018 berinisial YI pada Jumat (23/5/2025).

Penahanan ini terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi penguasaan lahan Kebun Binatang Bandung.

Nur Sricahyawijaya, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, menyatakan bahwa penahanan YI dilakukan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-37/M.2/Fd.2/05/2025.

Setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam, YI ditahan di Rutan Kebonwaru Bandung selama 20 hari terhitung sejak 23 Mei hingga 11 Juni 2025.

“Tim penyidik Tipikor Kejati Jabar melakukan Penahanan terhadap YI, mantan Sekda Kota Bandung periode Tahun 2013 – 2018,” kata Kasi Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, Sabtu (24/5/2025).

YI didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kejati Jabar telah menetapkan dua tersangka lain dalam kasus ini, yaitu Sri (S) dan Raden Bisma Bratakoesoema (RBB), yang merupakan pengurus Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), pengelola Kebun Binatang Bandung.

Keduanya diduga menguasai lahan seluas 139.943 meter persegi yang seharusnya menjadi aset Pemkot Bandung sejak 2005.

Meskipun kontrak sewa lahan telah berakhir pada 30 November 2007 dan tidak diperpanjang, YMT tetap menggunakan lahan tersebut tanpa membayar sewa kepada pemerintah daerah.

Disebutkan bahwa Sri dan Bisma menerima uang sewa sebesar Rp6 miliar pada periode 2017–2020, yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

BACA JUGA

Kasus Korupsi Kebun Binatang, Kejati Jabar Tahan Mantan Sekda Kota Bandung

Taman Safari Ambil Alih Bandung Zoo, Tiket Masuk Bisa Naik!

Besaran Kerugian Negara

Kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp25 miliar, meliputi nilai sewa tanah, pajak bangunan (PBB) yang tidak dibayar, serta potensi kerugian lainnya.

Sementara itu, Bisma diduga menyalahgunakan dana sebesar Rp600 juta untuk keperluan pribadi.

Sebagai upaya pengamanan aset, Kejati Jabar telah menyita sejumlah fasilitas di Kebun Binatang Bandung, termasuk dua kantor operasional, rumah sakit hewan, restoran, gudang nutrisi, dan panggung edukasi. YMT sebagai badan hukum juga telah dicabut statusnya oleh Dirjen AHU Kemenkumham RI.

Sri dan Bisma sebelumnya sempat mengajukan praperadilan, namun permohonan mereka ditolak oleh Pengadilan Negeri Bandung. Keduanya didakwa dengan pasal yang sama seperti YI dalam kasus dugaan korupsi ini.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara