Taman Safari Ambil Alih Bandung Zoo, Tiket Masuk Bisa Naik!

Satwa Bandung Zoo
Bayi Orang Utan koleksi Kebun Binatang Bandung (Dok. Instagram Bandung Zoo)
-

Tidak ada video disisipkan.

Taman Safari Ambil Alih Bandung Zoo, Tiket Masuk Bisa Naik

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Taman Safari Indonesia (TSI) menyatakan kesiapannya mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) setelah Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) resmi mengundurkan diri pada 21 Maret 2025.

Pengelolaan baru akan dipimpin sejumlah tokoh TSI, termasuk Jhon Sumampouw dan Tony Sumampouw, yang pernah menjadi bagian pengurus YMT pada 2017.

“Kami siap karena sejak 2017 sebenarnya sudah siap,” kata Tony Sumampouw, Komisaris TSI, seperti dilansir Antara, Kamis (16/4/2025).

Dalam diskusi dengan Forum Wartawan Kota Bandung (Forwaksi) sehari sebelumnya, Tony menjelaskan bahwa Bandung Zoo akan dikelola dalam bentuk perseroan (PT), bukan yayasan, sesuai permintaan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Langkah ini dinilai lebih proporsional dan sejalan dengan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2019 yang mewajibkan lembaga konservasi umum berbentuk badan usaha atau koperasi.

“Pak Farhan menginginkan PT karena lebih jelas kewajibannya, termasuk pajak,” ujarnya.

TSI berencana menerapkan konsep open zoo untuk meningkatkan kenyamanan satwa dan interaksi pengunjung. Pembenahan menyeluruh akan dilakukan, mulai dari tata letak, gerbang tiket, hingga fasilitas pendukung seperti ruang makan dan pagelaran budaya.

Target utama adalah menarik wisatawan dari kota besar seperti Jakarta sebagai tolok ukur kualitas pariwisata.

BACA JUGA

Pengunjung Bandung Zoo Kena Pungli, Digetok Parkir dan Masker Rp25 Ribu

Viral! Wisatawan Nekat Keluar dari Mobil di Area Satwa Liar Taman Safari Bogor

Harga Tiket Bandung Zoo

Meski demikian, harga tiket diperkirakan akan naik dari Rp50 ribu saat ini. Tony menegaskan bahwa penyesuaian harga disesuaikan dengan target pasar.

“Buktinya, ada tempat lain yang tiketnya di atas Rp100 ribu tapi lebih ramai. Kami harus maju,” katanya.

Keberhasilan pengelolaan ini juga diharapkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung.

“Contohnya Taman Safari Bogor, setiap tahun menyumbang minimal Rp50 miliar ke PAD, belum termasuk pajak lainnya,” ujar Tony.

Mengenai utang Bandung Zoo kepada Pemkot Bandung, Tony menjelaskan bahwa total awalnya Rp59 miliar.

Namun, setelah meninggalnya Pembina YMT Romly Bratakusuma, Pemkot memberikan keringanan sehingga sisa utang sekitar Rp25 miliar lebih.

Tony mengaku, ketika mengelola Bandung Zoo dari 2017 hingga 2021, pihaknya membayar Rp2 miliar per tahun kepada Sri (janda Romly).

“Namun, ada temuan kejaksaan bahwa angsuran itu tidak dibayar. Kami sudah membayar sebagian, tinggal melunasi sisanya,” pungkas Tony.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City