Korban Banjir Aceh, 30 Orang Tewas, Ribuan Warga Terjebak Minim Logistik

Korban Banjir Aceh
Provinsi Aceh kini berada dalam situasi krisis setelah banjir bandang dan longsor menerjang hampir seluruh wilayah kabupaten/kota (Dok.BPBD Aceh).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Provinsi Aceh kini berada dalam situasi krisis setelah banjir bandang dan longsor menerjang hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan akses vital yang membuat proses evakuasi semakin sulit.

Hingga Kamis (27/11) malam, tercatat 30 orang meninggal dunia dan 16 lainnya masih hilang. Kabupaten Aceh Tengah menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 15 orang tewas dan 2 hilang. Sementara di Kabupaten Bener Meriah, kondisi tak kalah tragis, yitu 11 warga meninggal dan 13 lainnya belum ditemukan.

Di Bener Meriah, situasi lapangan disebut sudah memasuki fase kritis. Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, mengungkapkan bahwa kerusakan akibat banjir dan longsor sangat parah. Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke titik aman.

“Logistik kita sudah mulai menipis. Jalan penghubung antar daerah menuju Bener Meriah putus total sehingga suplai bantuan sulit masuk,” kata Ilham.

Baca Juga:

Waspada Banjir dan Longsor, BMKG: Musim Hujan Lebih Cepat

Gelombang pengungsian kian besar, sementara stok bahan makanan, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya tak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan. Tim SAR dan relawan pun kesulitan menjangkau desa-desa yang terisolasi.

Di sisi lain, kerusakan infrastruktur terjadi hampir di seluruh wilayah Aceh. Jembatan penghubung antar daerah ambruk, jalan provinsi terputus, dan sejumlah kawasan pemukiman berubah menjadi hamparan lumpur bercampur puing-puing.

Melihat kondisi yang semakin memburuk, Pemerintah Aceh resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengumumkan keputusan tersebut usai rapat paripurna di DPR Aceh.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan bencana yang sudah semakin parah, saya menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh tahun 2025,” ujar Mualem.

Penetapan status darurat ini membuka peluang percepatan mobilisasi bantuan dan pengerahan sumber daya dari pemerintah pusat maupun lembaga penanganan bencana nasional. Namun, tantangan terbesar tetap pada akses lapangan yang terputus.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025