BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional menyusul banjir bandang dan longsor besar yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (28/11) malam, Irman mengatakan skala kerusakan di tiga provinsi tersebut sudah berada pada level yang melampaui kapasitas pemerintah daerah. Infrastruktur vital rusak, ribuan warga terdampak, sementara akses transportasi darat, laut, hingga udara ikut lumpuh akibat cuaca ekstrem dan kerusakan fasilitas.
“Situasinya di Sumbar betul-betul darurat. Ini bukan lagi bencana biasa. Negara harus hadir secepat dan setegas mungkin,” ujar Irman.
Irman menyampaikan desakan itu setelah dirinya batal terbang ke Padang pada Jumat subuh. Pembatalan dilakukan hanya beberapa jam sebelum keberangkatan karena akses menuju sejumlah titik terdampak terganggu. Ia sedianya akan melakukan rangkaian agenda kemanusiaan, termasuk meninjau korban di Batu Busuk, Kota Padang.
Ia menegaskan bahwa kondisi Sumbar, Sumut, dan Aceh saat ini mencerminkan betapa terisolasinya wilayah-wilayah yang dilanda bencana.
“Saya ingin memastikan masyarakat ditangani, logistik tersalurkan, dan pemerintah daerah tidak bekerja sendirian menghadapi krisis sebesar ini,” katanya.
Irman menambahkan, bencana ini juga berdampak pada berbagai acara masyarakat. Syukuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiah di Pondok Pesantren Diniyah Puteri Padangpanjang yang dijadwalkan Sabtu harus ditunda. Begitu juga dengan Minang Geopark Run 2025 di Bukittinggi yang akhirnya ditangguhkan melihat kondisi darurat dan pertimbangan keselamatan peserta.
Baca Juga:
Banjir Bandang Sumatera Telan 174 Korban Jiwa, 79 Hilang
Basarnas: Korban Meninggal Banjir Bandang Sumatera Barat 59 Orang
Penundaan sejumlah agenda besar ini, kata Irman, menunjukkan bahwa situasi telah memasuki fase krisis. Ribuan warga mengungsi, jalur logistik terputus, dan masih ada potensi bertambahnya korban jiwa.
Irman menilai penetapan status Bencana Nasional merupakan langkah mendesak agar pemerintah pusat bisa memobilisasi seluruh kekuatan negara, mulai dari BNPB, TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, hingga dukungan internasional bila diperlukan.
“Setiap jam sangat berarti. Bangsa ini tidak boleh menunggu lebih banyak korban,” tegasnya.
Terkait kebutuhan logistik warga terdampak, Irman telah mengirim surat permohonan bantuan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Kamis (27/11) untuk memastikan ketersediaan bahan pokok selama masa tanggap darurat.
Sebagai respons, Mentan Amran menyatakan siap menyalurkan bantuan pangan ke tiga provinsi terdampak, termasuk 6.700 ton beras dan 1.300 ton minyak goreng khusus bagi Sumatera Barat.
(Budis)










