Aceh Tamiang Perpanjang Masa Tanggap Darurat hingga 3 Februari 2026

Status Bencana Nasional
Ilustrasi - Ribuan Sekolah Terdampak Banjir Sumatra (X@AcehHits).
-

Tidak ada video disisipkan.

ACEH, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperpanjang status masa tanggap darurat bencana hingga 3 Februari 2026. Keputusan ini diambil karena daerah tersebut dinilai belum sepenuhnya pulih pascabencana hidrometeorologi banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra pada akhir November 2025 lalu.

Perpanjangan status tanggap darurat tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor 100.3.3.2/84/2026 yang diteken langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, dan mulai berlaku pada Rabu (21/1/2026).

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, menjelaskan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena masih banyak wilayah yang dipenuhi lumpur dan membutuhkan penanganan intensif untuk mempercepat proses pemulihan.

“Masih banyak wilayah yang lumpurnya belum tertangani, dan warga juga masih banyak yang tinggal di tenda-tenda pengungsian,” ujar Agusliayana, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat serta relawan masih terus berjibaku membersihkan lumpur, terutama di area objek vital dan jalan-jalan umum menuju wilayah pedalaman.

“Kita ingin memaksimalkan dulu penanganan darurat, terutama pembersihan lumpur di seluruh kawasan permukiman,” katanya.

Baca Juga:

Banjir Seatap Rendam Lapas Aceh Tamiang, Ratusan Warga Binaan Terpaksa Dilepas

Berdasarkan data sementara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, bencana tersebut berdampak pada 12 kecamatan dan 209 kampung di Aceh Tamiang. Jumlah korban tercatat 101 orang meninggal dunia dan 18 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, sebanyak 6.052 warga hingga kini masih mengungsi di 65 titik lokasi pengungsian. Bencana banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan besar pada fasilitas publik, infrastruktur, serta rumah warga. Total rumah yang rusak mencapai 37.888 unit.

Kerusakan infrastruktur meliputi jalan rusak berat sepanjang 723 kilometer dan rusak sedang sepanjang 272,6 kilometer. Sebanyak 156 unit ruko dan kios dilaporkan rusak total, serta 31 jembatan mengalami kerusakan.

Kerugian juga terjadi pada sektor pertanian dan peternakan. Sawah rusak tercatat seluas 7.529 hektare, kebun 713 hektare, perikanan 430,5 hektare, serta ternak sebanyak 137.094 ekor terdampak.

Sementara itu, fasilitas pelayanan kesehatan yang rusak mencapai 192 unit, perkantoran 44 unit, pasar 15 unit, sarana ibadah 724 unit, serta 543 unit fasilitas pendidikan.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City