RIYADH, TEROPONGMEDIA.ID – Dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah membawa perubahan signifikan pada perayaan Idulfitri bagi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi tahun ini. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh secara resmi mengumumkan peniadaan penyelenggaraan salat Idulfitri berjamaah 1 Syawal 1447 H yang sedianya direncanakan di lingkungan kedutaan.
Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif merespons perkembangan situasi keamanan di kawasan yang terus dipantau oleh otoritas diplomatik Indonesia di wilayah tersebut.
Mitigasi Keamanan dan Imbauan WNI
Melalui pernyataan resmi yang dirilis di kanal digital KBRI Riyadh pada Kamis (19/3/2026), pihak kedutaan menekankan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang bermukim di ibu kota Arab Saudi.
Alih-alih berkumpul di titik pusat kedutaan, KBRI mengarahkan para WNI untuk:
- Melaksanakan ibadah di lingkungan terdekat
WNI disarankan menunaikan salat Idulfitri di masjid-masjid lokal yang berada di sekitar tempat tinggal masing-masing.
- Kepatuhan Otoritas
Tetap mengikuti instruksi dan arahan keamanan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
- Monitoring Informasi
Memantau perkembangan situasi secara berkala melalui akun resmi KBRI Riyadh dan kanal berita pemerintah setempat.
“Kami berharap seluruh masyarakat senantiasa dalam keadaan aman dan tetap dapat menyambut hari kemenangan dengan khidmat meskipun terdapat penyesuaian agenda,” tulis pihak KBRI dalam pernyataan tersebut, dikutip dari Antara.
Baca Juga:
Komisi VIII DPR Soroti Risiko Biaya Haji 2026 Melonjak akibat Konflik Iran-AS–Israel
2 Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah
Perbedaan Kebijakan di Wilayah Jeddah
Sementara wilayah Riyadh menerapkan pembatasan, situasi berbeda terlihat di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Hingga berita ini diturunkan, KJRI Jeddah tetap dijadwalkan menggelar salat Idulfitri berjamaah bagi masyarakat Indonesia di wilayah tersebut.
Pelaksanaan salat Id akan dipusatkan di Wisma Konjen RI Jeddah pada Jumat (20/3/2026) waktu setempat. Selain ibadah bersama, KJRI Jeddah juga berencana melanjutkan agenda dengan acara Open House atau Gelar Griya guna mempererat silaturahmi antarwarga di perantauan.
Penetapan 1 Syawal di Arab Saudi
Secara nasional, Kerajaan Arab Saudi melalui Mahkamah Agung telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Mahkamah Agung memverifikasi posisi hilal dan menetapkan Kamis (19/3/2026) sebagai hari terakhir bulan suci Ramadan (Istikmal). Dalam pengumuman resminya, pihak Kerajaan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada Pelayan Dua Kota Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, serta seluruh umat Muslim yang berada di dalam maupun luar wilayah Kerajaan.
Bagi WNI di Arab Saudi, Idulfitri tahun ini menjadi momentum untuk tetap menjaga kekhusyukan ibadah di tengah situasi geopolitik yang dinamis, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan koordinasi dengan perwakilan pemerintah RI.











