Kabar Baik! Pemeriksaan Kanker Serviks Bisa Dilayani Seluruh Puskesmas di Jakarta

kanker serviks jakarta
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemeriksaan kanker serviks atau leher rahim kini semakin mudah diakses masyarakat. Seluruh Puskesmas di wilayah DKI Jakarta telah mampu melayani skrining kanker serviks.

Skrining kanker serviks dilakukan melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) maupun pemeriksaan DNA Human Papillomavirus (HPV DNA).

Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RSUD Pasar Minggu, dr Ade Margaretha mengatakan, perluasan layanan ini bertujuan meningkatkan deteksi dini kanker serviks, yang hingga kini masih menjadi salah satu kanker paling banyak dialami perempuan di Indonesia.

“Untuk kanker serviks dengan IVA test, sekarang sudah ada di Puskesmas seluruh DKI. Kemudian HPV DNA juga bisa dilakukan di Puskesmas,” ujar dr. Ade dalam siniar World Cancer Day 2026: United By Unique di Jakarta, dikutip Kamis (5/2/2026).

Menurut dr. Ade, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut secara langsung di Puskesmas, termasuk bersamaan dengan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah digencarkan pemerintah.

Metode IVA dan HPV DNA

Pemeriksaan IVA dilakukan dengan cara sederhana, cepat, dan minim biaya untuk mendeteksi perubahan abnormal pada leher rahim. Sementara itu, tes HPV DNA bertujuan mengidentifikasi keberadaan virus Human Papillomavirus yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

Kedua metode ini dinilai efektif sebagai langkah awal deteksi dini sebelum kanker berkembang ke stadium lanjut. Dengan pemeriksaan rutin, potensi penanganan dini dapat dilakukan lebih cepat.

Kanker Serviks Masih Menjadi Ancaman

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, kanker serviks menempati urutan kanker terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara dan kanker paru.

“Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menyebutkan kurang lebih satu penduduk terkena kanker dari setiap seribu penduduk. Dari seluruh provinsi, DKI Jakarta termasuk yang relatif tinggi,” kata dr. Ade.

Secara global, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Faktor penuaan populasi serta perubahan gaya hidup turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka kasus kanker.

Data Globocan 2022 mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 200 ribu kasus.

Baca Juga:

Bahaya BPA pada Galon Air Minum Isi Ulang Dipakai Tahunan, Diabetes Hingga Kemandulan

Migrasi Kelelawar dan Burung Dinilai Berisiko Picu Masuknya Virus Nipah ke Indonesia

Faktor Risiko dan Pencegahan

Dr. Ade menjelaskan bahwa kanker bersifat multifaktor. Faktor genetik berkontribusi sekitar 10–20 persen, sementara sebagian besar lainnya dipengaruhi gaya hidup.

Faktor risiko tersebut antara lain kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik. Untuk kanker serviks sendiri, infeksi HPV menjadi faktor utama, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.

Dengan tersedianya layanan skrining di Puskesmas, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pemeriksaan karena kendala jarak maupun biaya.

Dorongan Deteksi Dini

Pemerintah daerah dan tenaga kesehatan terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya perempuan usia produktif, untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala.

Akses yang semakin luas di Puskesmas diharapkan mampu menekan angka keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang keberhasilan penanganan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City