Apa Saja Penyebab dan Gejala Sleepwalking?

Sleepwalking
Ilustrasi. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tidur berjalan, atau sleepwalking (somnambulisme), merupakan kondisi ketika seseorang bangun, berjalan, atau melakukan aktivitas tertentu saat masih dalam keadaan tidur. Meskipun semua orang dapat mengalaminya, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Sleepwalking biasanya muncul sekitar 1–2 jam setelah seseorang tertidur dan berlangsung selama 5–30 menit. Pada anak-anak, gangguan ini cenderung terjadi sesekali dan umumnya menghilang seiring bertambahnya usia.

Namun, tidur berjalan tetap perlu mendapatkan perhatian serius, terutama jika berlangsung terus-menerus. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko cedera akibat jatuh atau menabrak benda keras.

Penyebab Tidur Berjalan

Penyebab pasti dari tidur berjalan belum diketahui, tetapi gangguan ini sering dikaitkan dengan faktor keturunan. Anak-anak yang memiliki kedua orang tua dengan riwayat sleepwalking berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Selain itu, gangguan ini paling umum terjadi pada anak-anak berusia 4–17 tahun.

Beberapa faktor lain yang dapat memicu atau memperburuk tidur berjalan meliputi:

  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Jadwal tidur yang tidak teratur, seperti akibat bekerja shift atau sering bepergian
  • Stres emosional
  • Konsumsi alkohol berlebihan

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik, stimulan, atau antihistamin. Selain itu, beberapa kondisi medis juga sering dikaitkan dengan tidur berjalan.

Kondisi tersebut antara lain demam, GERD (gastroesophageal reflux disease), gangguan irama jantung, asma, sleep apnea, dan sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome).

Gejala Tidur Berjalan

Tidur berjalan terjadi pada fase tidur nyenyak (fase 3) dalam tahap non-rapid eye movement (NREM). Tidur terbagi menjadi dua tahap utama, yakni REM dan NREM, yang berlangsung secara berulang dalam satu siklus tidur. Pada tahap NREM, terdapat tiga fase:

  • Fase 1: Mata terpejam, tetapi seseorang masih mudah terbangun.
  • Fase 2: Detak jantung melambat, suhu tubuh menurun, dan tubuh mulai memasuki tidur lebih dalam.
  • Fase 3: Tidur nyenyak, di mana tubuh sulit terbangun.

Tidur berjalan biasanya terjadi pada fase 3 dan memiliki tanda gejala berikut:

  • Berjalan dalam keadaan tidur
  • Melakukan aktivitas tertentu, seperti duduk, memasak, atau menyetir, saat masih tidur
  • Duduk di tempat tidur dengan mata terbuka namun tetap tertidur
  • Menatap dengan mata terbuka, tetapi dengan tatapan kosong
  • Tidak mengingat aktivitas yang dilakukan selama tidur ketika terbangun
  • Mengigau dan tidak menanggapi percakapan
  • Berperilaku agresif atau kasar jika ada yang mencoba membangunkan
  • Mengalami kantuk berlebihan pada siang hari

Pada orang dewasa, gangguan ini dapat melibatkan aktivitas yang lebih kompleks, seperti memasak, makan, memainkan alat musik, hingga mengemudi.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Jika tidur berjalan berlangsung berulang kali, menyebabkan cedera, atau melibatkan aktivitas yang berbahaya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah risiko yang lebih serius dan memperbaiki kualitas tidur penderita.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Lampu Tidur untuk Anak Kos

Mengetahui berbagai macam gejala sleepwalking, dapat menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya gejala tersebut.

 

(Virdiya/Budis

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City