Migrasi Kelelawar dan Burung Dinilai Berisiko Picu Masuknya Virus Nipah ke Indonesia

virus nipah
Ilustrasii. (X/examinor)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengingatkan potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia seiring meningkatnya fenomena migrasi burung dan kelelawar dari berbagai negara, khususnya dari kawasan dengan cuaca ekstrem seperti India dan Rusia.

Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah, menyebut virus Nipah sebagai penyakit yang perlu diwaspadai serius karena dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi.

“Penyakit Nipah harus diwaspadai, karena virus ini dapat menular ke manusia dan memiliki fatalitas yang cukup tinggi,” ujar Agus dikutip dari Antara, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem berupa badai dingin yang melanda sejumlah negara mendorong burung dan kelelawar bermigrasi ke wilayah dengan suhu lebih hangat, termasuk Indonesia yang berada di garis khatulistiwa.

“Burung dan kelelawar mencari daerah yang lebih hangat. Indonesia menjadi salah satu tujuan karena kondisi alamnya yang mendukung,” katanya.

Agus mencontohkan temuan puluhan burung migran dari Rusia yang sempat terpantau masuk ke wilayah Jawa Timur. Fenomena ini, menurutnya, menjadi indikator bahwa pola migrasi satwa lintas negara tengah meningkat akibat perubahan iklim ekstrem.

“Kemarin ada burung dari Rusia bermigrasi ke Jawa Timur. Ini menandakan burung-burung dari negara yang mengalami badai dingin ekstrem sudah berpindah ke wilayah yang lebih hangat,” ujarnya.

Baca Juga:

Penyebab Virus Nipah dan Cara Pencegahannya, Tetap Waspada!

Ia menambahkan, migrasi burung tersebut membuka kemungkinan kelelawar dari negara lain yang membawa virus Nipah turut masuk ke hutan-hutan tropis Indonesia. Hal ini menjadi perhatian karena Indonesia memiliki beragam spesies kelelawar yang berpotensi menjadi inang virus.

“Kelelawar di Indonesia sangat beragam dan bisa menjadi rumah bagi virus Nipah, apalagi dengan adanya migrasi satwa dari luar negeri,” jelasnya.

Meski demikian, Agus memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus positif virus Nipah di Indonesia. Pada 2025, sejumlah kasus suspek Nipah sempat terdeteksi di Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara, namun seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif.

“Migrasi burung dan kelelawar ini cukup berpotensi karena mereka menggunakan kompas alam untuk mencari wilayah hangat. Indonesia sebagai negara tropis menjadi tempat singgah dan berkembang biak,” katanya.

BKK mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada, meningkatkan pengawasan kesehatan lingkungan, serta memperkuat deteksi dini guna mencegah masuk dan menyebarnya penyakit zoonosis berbahaya di Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Lille vs Crvena Zvezda Liga Europa 2025/2026
Calvin Verdonk Ukir Dua Rekor di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Calvin Verdonk kembali mencatatkan sejarah di Liga Champions 2026/2027....
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

3

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok
Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bagi umat muslim, jadwal adzan magrib merupakan hal yang penting ketika...

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...