Janji Gaji Puluhan Juta, Sindikat TPPO Gagal Kirim Anak di Bawah Umur ke Malaysia

Kasus TPPO
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah anak di bawah umur, berhasil digagalkan Unit Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama Polsek Serangbaru.

Para korban rencananya akan dikirim ke Malaysia untuk bekerja di salon kecantikan dengan janji gaji antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuana Putra, menjelaskan kasus ini terungkap bermula dari laporan orang tua korban yang melaporkan anaknya pergi dari rumah tanpa izin. Setelah mendapat informasi bahwa para anak tersebut sedang dibawa ke wilayah Grobogan, Jawa Tengah, polisi segera melakukan pengejaran.

“Alhamdulillah anak-anak tersebut bisa kami amankan di Grobogan sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Pada malam harinya langsung dipulangkan ke Bekasi dan tiba pukul 08.00 WIB. Kami juga sudah mengamankan pihak yang menampung di Grobogan serta pihak travel yang mengantar dari Bekasi,” ujar Agta saat konferensi pers di lobi Polres Metro Bekasi, Selasa (16/9/2025).

Ia menyebutkan, terdapat tiga korban berusia antara 12 hingga 17 tahun yang direkrut melalui media sosial tanpa seizin orang tua. Para pelaku menawarkan pekerjaan di salon kecantikan di Malaysia dengan iming-iming bayaran tinggi.

Polisi menduga kasus ini berkaitan dengan jaringan perdagangan manusia yang menyasar anak-anak di bawah umur dengan modus tawaran kerja ke luar negeri bergaji besar.

Salah satu orang tua korban, Aan Julianto (45), menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian.

“Saya sangat berterima kasih atas kerja cepat Polres Bekasi, khususnya unit PPA. Anak saya bisa terselamatkan dari perdagangan manusia. Tadi juga sudah diberikan pendampingan, makan, dan konseling sehingga anak saya merasa lebih tenang meski sempat trauma,” ungkapnya.

Baca Juga:

Senator Aceh Desak Kemenlu Selamatkan 7 WNI Korban TPPO di Myanmar

3 Anak Perempuan Asal Karawang, Cianjur dan Garut Jadi Korban TPPO: Dijadikan LC Cafe Remang-remang di Subang

Polisi saat ini masih menelusuri lebih jauh keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus tersebut. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, khususnya yang menyasar anak-anak di bawah umur.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026