Insiden KM Prestige Voyager di Raja Ampat, Pemprov Papua Barat Daya Selidiki Dugaan Kerusakan Terumbu Karang

Greenpeace Sebut 16 Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Mayoritas di Area Geopark
Raja Ampat Papua (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

PAPUA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan kerusakan terumbu karang akibat kandasnya kapal wisata KM Prestige Voyager di perairan Pulau Aroborek, Kabupaten Raja Ampat. Langkah tersebut diambil untuk memastikan kondisi ekosistem laut di kawasan wisata bahari tersebut tetap terjaga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengatakan pihaknya baru mengetahui informasi awal kejadian tersebut dari pemberitaan media.

“Informasi awal tentang kejadian ini justru kami peroleh dari pemberitaan media,” ujar Kelly, dikutip dari Antara Jumat (16/1/2026)

Meski demikian, ia memastikan pemerintah provinsi akan menindaklanjuti insiden tersebut sebagaimana prosedur penanganan kasus kapal menabrak atau kandas di atas terumbu karang yang pernah terjadi sebelumnya di Raja Ampat.

Kelly menegaskan penanganan insiden kapal wisata tidak hanya berfokus pada keselamatan penumpang, tetapi juga harus menjamin perlindungan lingkungan laut. Raja Ampat dikenal sebagai salah satu kawasan dengan terumbu karang terbaik di dunia dan menjadi habitat ribuan spesies ikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat. Ini sangat penting untuk memastikan proses penanganan lingkungan berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

Menurut Kelly, insiden kapal wisata kandas di atas terumbu karang bukan kali pertama terjadi di Raja Ampat. Karena itu, ia mendorong adanya rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk merumuskan aturan pelayaran yang lebih ketat di kawasan wisata bahari.

“Harus ada kesepakatan bersama. Apakah kapal wisata masih boleh berlayar di spot tertentu atau perlu pembatasan khusus, ini harus diputuskan lintas OPD agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Baca Juga:

Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, 19 Penumpang Berhasil Evakuasi

Secara teknis, laporan awal dampak lingkungan akan disusun oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat dengan pendampingan dari DLHKP Provinsi Papua Barat Daya. Proses tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain Dinas Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pariwisata, serta mitra konservasi.

Kelly juga menilai masih terdapat indikasi lemahnya koordinasi lintas instansi dalam pengawasan pelayaran di wilayah Raja Ampat. Ke depan, pengawasan di kawasan konservasi laut tersebut harus diperkuat secara berkelanjutan.

“Raja Ampat sangat sensitif terhadap aktivitas pelayaran. Pengawasan harus diperketat agar kejadian kapal tabrak karang tidak terus berulang,” katanya.

KM Prestige Voyager kandas di perairan Pulau Aroborek pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIT. Kapal tersebut mengangkut 19 wisatawan asal China, lima warga negara Indonesia, serta awak kapal.

Insiden terjadi saat kapal berupaya menghindari cuaca buruk dengan angin barat laut yang cukup kencang usai mengantar wisatawan menyelam di perairan Yanggefo. Dalam proses mencari lokasi aman, kapal kandas di koordinat 0°30’902” Lintang Selatan dan 130°33’170” Bujur Timur, kawasan perairan yang didominasi terumbu karang. Kondisi air laut yang surut membuat lambung kapal menyentuh dasar perairan.

Upaya olah gerak dilakukan selama beberapa jam hingga kapal berhasil lepas sekitar pukul 22.30 WIT. Setelah itu, kapal lego jangkar di area aman sebelum melanjutkan pelayaran menuju Sorong.

Sementara itu, Kepolisian Resor Raja Ampat memastikan seluruh penumpang KM Prestige Voyager selamat. Kasat Polair Polres Raja Ampat Ipda Feni Maulana mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan terumbu karang di lokasi kejadian.

“Anggota kami masih melakukan pengecekan di dasar laut untuk melihat apakah ada terumbu karang yang terdampak. Saat ini proses penyelidikan masih berjalan,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026