DPR Desak Polisi Berantas Premanisme Usai Warga Tewas di Purwakarta

Pria tewas tergantung di halaman sekolah
Ilustrasi. (Istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk bertindak tegas memberantas aksi premanisme menyusul tewasnya seorang warga dalam insiden pengeroyokan di Purwakarta, Jawa Barat.

Korban bernama Dadang (58) meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok preman yang diduga dalam kondisi mabuk saat menghadiri hajatan pernikahan anaknya.

Hasbiallah menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah agar tidak menganggap remeh persoalan premanisme yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

“Ini menjadi momentum untuk membersihkan Indonesia dari aksi premanisme dalam berbagai bentuknya. Kami mendapatkan informasi bahwa premanisme kian hari kian meresahkan,” ujar Hasbiallah di Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menyoroti praktik premanisme yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari parkir liar di minimarket, aksi “Pak Ogah” yang memicu kemacetan, hingga kelompok yang mengatasnamakan organisasi masyarakat untuk melakukan pungutan liar kepada pelaku usaha.

Baca Juga:

Kronologi Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman Saat Hajatan Nikah di Purwakarta

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan, terlebih di tengah tekanan ekonomi yang dapat memperburuk situasi sosial di masyarakat.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan. Aksi intimidasi justru akan memicu disharmoni,” katanya.

Hasbiallah menegaskan aparat penegak hukum tidak boleh memberikan ruang terhadap praktik premanisme, karena dinilai sebagai ancaman serius terhadap rasa aman publik dan wibawa negara.

“Premanisme, baik di kota maupun di desa, harus ditindak tegas dan konsisten. Jika dibiarkan, akan berkembang menjadi pemerasan sistematis dan merusak ketertiban sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemberantasan premanisme bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara.

“Negara tidak boleh kalah oleh kelompok yang menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk kepentingan pribadi. Jika dibiarkan, masyarakat akan hidup dalam ketakutan dan aktivitas ekonomi terganggu,” kata Hasbiallah.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026