DLH Bandung Genjot Kapasitas Olah Sampah, Target 300 Ton Per Hari

DLH Bandung Genjot Kapasitas Olah Sampah, Target 300 Ton Per Hari
Kepala DLH Kota Bandung, Darto. (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terus berupaya menekan penumpukan sampah di jalan dan pasar. Saat ini, kapasitas pengolahan baru mencapai sekitar 100 ton per hari, padahal kebutuhan ideal mencapai 300 ton per hari agar tumpukan tidak lagi mengganggu warga.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan pihaknya telah mengerahkan armada tambahan berupa dua unit compactor, dua kendaraan pickup, dan dua sweeper. Pembersihan dilakukan secara rotasi di berbagai titik, termasuk jalur utama dari Gedung Merdeka hingga Gedung Sate.

“Dari sisi ritase pengangkutan sudah normal. Tiga titik besar pengolahan sampah mampu menangani sekitar 100 ton per hari. Namun Kota Bandung butuh 300 ton per hari supaya tidak ada penumpukan,” kata Darto di Balai Kota Bandung, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga:

Hujan Abu Cemari Citeureup, DLH Jabar Desak Sanksi Indocement!

DLH Kota Bandung Tindak Lanjut Ritase Sampah: Surat ke Pemprov Jabar Segera Dikirim

Saat ini, TPA Gedebage mampu mengolah sekitar 30 ton sampah per hari, Kecamatan Bandung Kulon sekitar 32 ton, sementara sisanya tersebar di titik lain seperti Cicukang Holis dan Taman Tegalega.

Menurutnya, DLH tengah mencari teknologi yang paling efektif untuk menambah kapasitas. Insinerator menjadi salah satu opsi, namun setiap metode wajib memenuhi standar lingkungan dengan pengawasan ketat.

Selain sampah rumah tangga dan pasar, musim gugur juga menambah beban kerja petugas karena banyaknya sampah daun.

“Disapu sekarang, satu jam kemudian sudah penuh lagi. Ini jadi tantangan tersendiri karena kami tidak bisa mengendalikan daun jatuh kapan,” ucapnya.

DLH juga fokus pada penanganan sampah di pasar tradisional. Pasar Caringin direncanakan mengirim sampah ke Gedebage, menyusul pasar lain seperti Cicaheum, Ujungberung, dan Kosambi yang masih dalam tahap penyesuaian karena banyak sampah bercampur organik dan non-organik.

“Pasar yang ingin mengirim sampah ke Gedebage wajib mengajukan permohonan. Nanti kami atur teknisnya, apakah diangkut oleh DLH atau pengelola pasar. Kapasitas di Gedebage punya kuota yang harus dijaga,” ujarnya.

Upaya ini berdampak positif. Volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti sudah berkurang sekitar 100 ton per hari, atau setara hampir 14 ritase truk.

Darto memastikan DLH akan terus mengoptimalkan armada, teknologi, dan kerja sama dengan pengelola pasar demi mencapai target pengolahan 300 ton sampah per hari.

“Kalau target ini tercapai, Bandung bisa lebih bersih tanpa tumpukan sampah di titik-titik rawan,” pungkasnya. (Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025