Dapat Anggaran Rp8 Triliun, Amran Genjot Produksi Kelapa

Produksi Kelapa
Ilustrasi (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) berencana untuk menggenjot produksi kelapa dalam negeri setelah Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran Rp8 triliun untuk komoditas perkebunan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai melakukan Panen Raya Jaksa Mandiri Pangan di Bekasi, Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa upaya ini merupakan respon dari meningkatnya harga komoditas kelapa akibat tren peningkatan konsumsi produk kelapa di berbagai negara di dunia.

“Makanya sekarang Bapak Presiden perintahkan untuk mengembangkan kelapa secepat-cepatnya, anggarannya sudah turun,” kata Amran, Selasa (19/8/2025).

Menteri Pertanian pun mengungkapkan sejumlah strategi yang akan dilakukan Kementan untuk meningkatka produksi kelapa dalam negeri. Strategi tersebut meliputi peningkatan produktivitas, pengembangan, hingga penghiliran alias hilirisasi.

Dari segi produktivitas, Amran menjelaskan bahwa Kementan akan melakukan pembibitan hingga penanaman kembali atau replanting pohon kelapa. Langkah ini bertujuan untuk menjaga profitabilitas dari produk kelapa.

Sementara dari segi penghiliran, Kementan tidak hanya mendorong ekspor kelapa bulat, namun juga diiringi dengan peningkatan ekspor produk bernilai tambah lainnya, seperti susu kelapa (coconut milk) dan minyak kelapa sawit (CPO).

Untuk mendukung program ini, sejumlah daerah didorong untuk menjadi sentra produksi kelapa. Daerah ini meliputi Riau, Jambi, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, hingga Sulawesi Selatan.

Baca Juga:

Indonesia Jalin Perjanjian Dagang dengan Peru, 7.000 Barang Ekspor Dapat Tarif 0%

Pemerintah Pastikan Impor Pertanian Rp73 T dari AS Tidak Ganggu Swasembada Pangan

Amran berharap komoditas kelapa dalam negeri dapat berkembang dengan adanya momentum ini, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harga kelapa naik, kesejahteraan pekebun kelapa naik. NTP [nilai tukar petani] naik hampir 150% sampai 160%. Ini menguntungkan,” ucap Amran.

Sebelumnya, Amran menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengucurkan anggaran Rp8 triliun untuk pengembangan komoditas perkebunan strategis. Komoditas ini meliputi kelapa, kakao, tebu, pala, dan jambu mete.

Amran menyebutkan bahwa PT Perkebunan Nusantara (PTPN) akan menjadi ujung tombak dari program pengembangan komoditas perkebunan ini.

“Ini kita akan membantu petani-petani seluruh Indonesia. Total luasan kurang lebih 800.000 ha. Insyaallah nanti melibatkan sekitar 1 juta orang pekerja,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (13/8/2025).

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City