CELIOS Tuntut Transparansi, Pembayaran Pajak Pejabat Negara Harus Bisa Diakses Publik

Pajak pejabat
Direktorat Jenderal Pajak (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Center of Economics and Law Studies (CELIOS) menutut transparasi pembayaran pajak pejabat negara, usulkan pengeluaran pajak dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas.

Direktur Keadilan Fiskal CELIOS Media, Wahyudi Askar menyatakan perlu adanya transparansi kepada masyarakat karena pejabat negara menerima upah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Adapun transparansi kepatuhan pajak tersebut ditunjukkan melalui Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang dapat diakses oleh publik.

“Regulasi hari ini tidak memungkinkan pajak-pajak yang dibayarkan oleh pejabat negara itu bisa diakses informasinya oleh publik. Dan kami menuntut itu untuk dilakukan,” tegas Wahyudi, melansir Antara, Jumat (5/9/2025).

CELIOS berpendapat bahwa kebijakan ini penting dalam membangun budaya akuntabilitas. Dimana kontribusi fiskal dan kekayaan para pejabat negara dan publik figur dapat diverifikasi secara terbuka dan transparan oleh publik.

“Sistem ini pada akhirnya dapat berfungsi sebagai instrumen pencegahan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, karena publik dapat menilai konsistensi antara kewajiban perpajakan dan laporan harta kekayaan pejabat,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 yang mewajibkan pejabat negara melaporkan dan mengumumkan kekayaannya.

Baca Juga:

Picu Demo Besar, Berapa Sebenarnya Gaji dan Tunjangan Anggota DPR?

Pajak Bertutur 2025: DJP Jabar Ajak Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju

Lebih lanjut, Wahyudi mengungkapkan bahwa praktik transparansi pajak pejabat publik ini telah diterapkan oleh banyak negara di dunia.

Norwegia telah membuka akses data penghasilan dan pajak warga dapat secara publik sejak 1863 dan telah dipublikasikan secara daring melalui website pemerintah. Data itu juga termasuk tokoh publik seperti atlet, aktris, penulis, hingga anggota Komite Nobel.

Kemudian di Swedia, publikasi pajak pejabat publik diterapkan sejak 1903 dalam bentuk Taxation Calendar (Kalender Pajak) yang bisa dibeli oleh publik. Publikasi ini memaparkan data penghasilan orang dengan pendapatan menengah hingga tinggi.

Sementara di Finlandia, administrasi pajak merilis informasi daftar pembayar pajak terbesar dan individu berpendapatan tinggi melalui sistem daftar pajak daring.

“Banyak negara sudah mengadopsi ini. Dan saya kira, ini bisa jadi jalan keluar untuk melihat dan memantau ketidakadilan fiskal di Indonesia,” jelas Wahyudi.

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026