Bukan Sekadar Liburan, Segajih Mengajak Wisatawan Menjalani Hidup Desa

Desa Wisata Segajih
Desa Wisata Segajih (Foto:Dok.Jadesta-Kemenpar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di Dusun Segajih, pagi tidak dibuka oleh alarm ponsel, melainkan suara langkah kaki warga yang berangkat menyadap nira kelapa. Udara Pegunungan Menoreh yang sejuk menyelimuti bukit kecil bernama Sepringis, tempat sekitar seratus kepala keluarga menjalani hidup yang nyaris tak tersentuh hiruk-pikuk pariwisata modern.

Dusun Segajih, yang terletak di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Bukan panorama megah atau spot swafoto, melainkan kesempatan untuk hidup sebagai warga desa, meski hanya beberapa hari. Konsepnya sederhana: tinggal, makan, bekerja, dan berinteraksi seperti keluarga sendiri.

Sekitar 70 rumah berdiri rapi di dusun ini. Sebagian di antaranya difungsikan sebagai homestay. Ada 24 rumah warga yang membuka pintu bagi tamu, dengan ketentuan hanya dua orang tamu di tiap rumah. Bukan tanpa alasan, Segajih ingin tamu benar-benar menyatu, bukan sekadar singgah.

Setiap hari, tamu ikut merasakan ritme hidup warga. Para lelaki memanjat pohon kelapa di pagi dan sore hari, menyadap nira yang nantinya diolah menjadi gula merah dan gula semut. Sementara para perempuan memasak nira di tungku kayu, mengurus rumah, merawat anak, berladang, hingga mencari rumput untuk ternak kambing. Aktivitas yang tampak sederhana, namun sarat makna.

Tak ada menu restoran. Hidangan yang tersaji adalah masakan rumahan: tahu dan tempe goreng, sayur bobor, sayur bening, atau sup hangat. Semua disantap bersama, di meja yang sama, dengan cerita yang mengalir pelan.

Baca Juga:

Kristal Garam dan Senja di Desa Wisata Les, Surga Tenang di Ujung Utara Bali

Segajih bukan desa dengan lanskap spektakuler seperti Kalibiru atau Pulep Payung yang telah lebih dulu dikenal dunia. Namun di tengah kepungan destinasi wisata populer, warga Segajih memilih jalan lain, mengembangkan wisata berbasis kehidupan dan budaya.

Dengan biaya Rp 100.000 per orang untuk tiga hari dua malam, tamu diajak menyelami kehidupan desa dari dalam. Bagi yang ingin lebih, tersedia paket belajar budaya: membatik, melukis, karawitan, hingga menari, dengan tambahan biaya yang terjangkau.

Keputusan warga mempertahankan keaslian desa menjadi kekuatan utama Segajih. Bangunan rumah, jalan desa, hingga keseharian warga tetap dijaga. Tak jarang, warga mengenakan beskap dan ikat kepala dalam aktivitas harian, bukan untuk pertunjukan, melainkan sebagai identitas.

Selama tinggal, tamu turut membersihkan halaman, mencari kayu bakar, memasak gula merah, memberi makan ayam, atau mencari rumput untuk kambing. Aktivitas-aktivitas kecil yang perlahan membangun ikatan emosional.

Ketika waktu tinggal usai, perpisahan sering diwarnai pelukan dan air mata. Singkat, namun membekas. Segajih membuktikan bahwa wisata tak selalu tentang melihat, kadang, tentang menjalani.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Hasil Jual Sapi, Gubernur Jabar Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib Bandung
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Wali Kota Bandung Tegaskan Fokus Pemkot Pada Pelayanan Publik dan Agenda Pembangunan
Kelurahan Cantik 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Pembangunan Berbasis Data Statistik
Kelurahan Cantik 2026, Pemkot Cimahi Perkuat Pembangunan Berbasis Data Statistik
bank bjb Kerjasama dengan Lanud Husein Sastranegara Tingkatkan Layanan Perbankan
bank bjb Kerjasama dengan Lanud Husein Sastranegara Tingkatkan Layanan Perbankan
1457387472
Prediksi Skor Korea Selatan vs El Salvador: Taeguk Warriors Incar Kemenangan Sebelum Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

5

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
Headline
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar